10 Transfer Terburuk Inter Milan: Dari Harapan Besar Jadi Kegagalan Besar

2 days ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan merupakan salah satu kekuatan besar dalam sepak bola Eropa dengan sejarah panjang yang gemilang. Mereka telah memenangkan tiga gelar Liga Champions dan nyaris menambah koleksi tersebut dalam beberapa musim terakhir.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari strategi transfer yang sering kali tepat sasaran. Namun, tidak semua keputusan di bursa pemain berjalan sesuai rencana.

Dalam perjalanan panjangnya, Inter juga pernah melakukan sejumlah kesalahan besar dalam perekrutan pemain. Hal ini terutama terjadi pada era kepemimpinan Massimo Moratti.

Berbagai faktor menjadi penyebab kegagalan tersebut, mulai dari harga transfer yang terlalu tinggi hingga performa pemain yang tidak sesuai harapan. Beberapa pemain bahkan gagal total menunjukkan kualitasnya.

Berikut ini adalah 10 transfer terburuk dalam sejarah Inter Milan yang menjadi catatan kelam di balik kejayaan mereka.

1. Fabian Carini – Tukar pemain dengan Juventus, 2004

Fabian Carini didatangkan dalam kesepakatan pertukaran pemain dengan Juventus. Transfer ini langsung menarik perhatian karena melibatkan Fabio Cannavaro.

Carini sebelumnya tidak pernah tampil untuk Juventus selama tiga tahun. Ia lebih sering dipinjamkan ke klub lain tanpa memberikan dampak besar.

Keputusan menukar Cannavaro dengan Carini dianggap sangat merugikan Inter. Cannavaro kemudian berkembang menjadi pemain kelas dunia.

Carini sendiri hanya mencatat sembilan penampilan dalam dua musim. Namanya lebih dikenang sebagai bagian dari transfer yang merugikan.

2. Kerlon – 1,3 juta euro dari Cruzeiro, 2008

Kerlon dikenal dengan trik unik menggiring bola menggunakan kepala. Hal ini membuat banyak orang tertarik dengan potensinya.

Inter akhirnya merekrutnya dengan harapan ia bisa berkembang menjadi pemain hebat. Namun, kenyataan berbicara sebaliknya.

Ia tidak pernah tampil untuk Inter karena masalah cedera berkepanjangan. Kariernya terus terganggu oleh kondisi fisik.

Setelah dipinjamkan ke beberapa klub, ia akhirnya pensiun dini. Transfer ini menjadi contoh kegagalan dalam menilai potensi pemain.

3. Cyril Domoraud – 7 juta euro dari Marseille, 1999

Domoraud direkrut setelah tampil di final Piala UEFA bersama Marseille. Inter berharap ia bisa memperkuat lini belakang.

Namun, kontribusinya sangat minim selama berada di klub. Ia kesulitan beradaptasi dengan kompetisi Italia.

Ia hanya tampil enam kali dalam satu musim. Performa tersebut jauh dari ekspektasi yang diharapkan.

Domoraud kemudian kembali ke Prancis dalam waktu singkat. Transfer ini dianggap tidak memberikan nilai tambah.

Read Entire Article
Bisnis | Football |