7 Pembelian Ajaib Liverpool di Era Premier League: Uang yang Terbuang Sia-Sia

1 day ago 8
Web Buletin Siang Viral Online

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum hadirnya Premier League pada tahun 1992, Liverpool merupakan kekuatan dominan dalam Liga Inggris sejak dekade 1970-an hingga 1980-an. Namun, segalanya mengalami perubahan ketika Premier League mulai berlangsung.

Liverpool tercatat sebagai tim yang berhasil meraih 19 gelar juara di liga tertinggi Inggris. Dari total 19 gelar tersebut, hanya satu trofi yang berhasil mereka capai selama era Premier League.

Penyebab stagnasi prestasi The Reds di Liga Inggris salah satunya adalah kesalahan dalam melakukan pembelian pemain di bursa transfer. Meskipun Liverpool memiliki potensi finansial yang cukup kuat, hal ini tidak diimbangi dengan keputusan transfer yang tepat.

The Reds memiliki kemampuan untuk membeli dan menjual pemain dengan harga yang tinggi. Namun, terdapat banyak transaksi transfer yang terbilang aneh dan tidak biasa. Seringkali, Liverpool harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mewujudkan transfer yang kontroversial tersebut.

Berikut adalah tujuh transfer aneh yang pernah dilakukan Liverpool selama era Premier League. Mari kita simak satu per satu keanehan yang terjadi dalam setiap transfer tersebut.

Berita video highlights laga kemenangan Brighton and Hove Albion atas Liverpool dengan skor 2-1 di Piala FA 2022/2023, Minggu (29/1/2023) malam hari WIB.

Promosi 1

1. Paul Konchesky

Tidak ada yang terlalu mencolok mengenai kepindahan Paul Konchesky ke Liverpool pada tahun 2010. Sebelum bergabung dengan tim yang berbasis di Anfield, bek kiri tersebut berhasil membawa Fulham, di bawah asuhan Roy Hodgson, melaju secara mengejutkan hingga mencapai final Liga Europa 2009/2010.

Setelah itu, Roy Hodgson ditunjuk sebagai pelatih Liverpool, dan Konchesky pun mengikuti langkahnya ke Anfield. Sayangnya, perjalanan Konchesky di Liverpool tidak bertahan lama; hanya dalam waktu setengah musim, ia harus meninggalkan klub tersebut dan melanjutkan kariernya di beberapa tim yang berada di liga yang lebih rendah.

2. Craig Bellamy

Bellamy pernah menunjukkan performa yang luar biasa selama masa pertamanya bersama Liverpool pada tahun 2006 hingga 2007, termasuk mencetak gol dalam kemenangan yang dramatis di Camp Nou pada tahun 2007. Namun, situasi tersebut berubah pada periode keduanya di Anfield antara tahun 2011 dan 2012.

Pemain asal Wales yang kini berusia 32 tahun itu kembali dari masa peminjaman di Cardiff City, yang berlaga di Championship League, untuk bergabung kembali dengan Liverpool. Harapan manajer Liverpool saat itu, Kenny Dalglish, adalah agar Bellamy dapat menunjukkan kemampuan yang serupa dengan penampilannya di awal tahun 2000-an, tetapi kenyataannya sangat berbeda.

3. Diego Cavalieri

Mendapatkan kiper cadangan tanpa biaya merupakan pilihan yang logis. Namun, Liverpool memilih untuk mengeluarkan 3 juta pounds untuk seorang kiper yang lebih sering duduk di bangku cadangan, yaitu Diego Cavalieri (2008-2010).

Padahal Cavalieri bukanlah kiper Timnas Brasil dan bukan penjaga gawang terbaik di liga domestiknya. Hal ini menjadi semakin ironis mengingat jersey nomor satu yang dikenakan oleh Cavalieri tidak pernah terlihat di lapangan selama hampir dua tahun. Keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai strategi transfer klub dan bagaimana mereka mengevaluasi kebutuhan tim.

Dengan mengeluarkan dana yang cukup besar untuk seorang kiper yang jarang bermain, Liverpool seharusnya lebih mempertimbangkan opsi lain yang lebih efisien. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak alternatif yang lebih hemat, keputusan klub tetap berfokus pada pemain yang tidak memberikan kontribusi signifikan.

Bahkan jersey nomor satu milik Liverpool yang dikenakannny tidak pernah terlihat di lapangan selama hampir dua tahun. Keputusan yang diambil oleh manajemen Liverpool ini menjadi pelajaran berharga dalam dunia sepak bola mengenai pentingnya analisis yang tepat sebelum melakukan transfer pemain.

4. Ben Davies

Musim 2020/2021 menjadi masa yang sulit bagi Liverpool, juara bertahan, karena kehilangan tiga bek tengah akibat cedera. Ketika Joe Gomez dan Virgil Van Dijk harus absen dalam waktu yang lama karena cedera lutut, ditambah dengan cedera engkel yang dialami Joel Matip, Jurgen Klopp tidak punya pilihan lain selain menempatkan gelandang jangkar, Fabinho, sebagai bek tengah.

Untuk mengatasi masalah ini, pada Januari 2021, Liverpool melakukan perekrutan terhadap Ben Davies, seorang bek yang sebelumnya bermain untuk klub kasta bawah, Preston North End. Keputusan transfer ini mengejutkan banyak pihak, termasuk klub asal Davies itu sendiri, Preston North End. Namun, setelah bergabung, Davies jarang mendapatkan kesempatan bermain dan akhirnya dijual ke Rangers.

5. Paul Jones

Musim 2004 menjadi momen yang penuh tekanan bagi pelatih Liverpool, Gerard Houllier, yang menghadapi masalah serius akibat cedera yang menimpa banyak penjaga gawangnya. Dalam situasi yang mendesak ini, ia merasa perlu untuk segera mencari solusi dengan merekrut seorang kiper, dan keputusan itu berujung pada peminjaman Paul Jones, kiper cadangan dari Southampton, untuk bergabung dengan timnya di Anfield.

Selama memperkuat Liverpool, Paul Jones hanya tampil dalam dua pertandingan sebelum akhirnya kembali ke Southampton. Meskipun kontribusinya terbatas, keputusan Houllier untuk meminjamnya menunjukkan betapa pentingnya peran penjaga gawang dalam sebuah tim, terutama saat situasi darurat seperti ini terjadi.

6. Sotirios Kyrgiakos

Rafael Benitez tidak berhasil merekrut Fernando Amorebieta dari Athletico Bilbao ke Liverpool akibat masalah finansial yang dihadapi klub. Oleh karena itu, dia memilih untuk mencari pemain dengan harga yang lebih terjangkau guna memperkuat pertahanan tim.

Pilihan Benitez akhirnya jatuh kepada Sotirios Kyrgiakos, seorang bek berusia 30 tahun asal Yunani, yang dinilai cukup aneh oleh para penggemar The Reds. Kyrgiakos sendiri hanya menghabiskan waktu dua tahun di Anfield sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan VFL Wolfsburg di Bundesliga.

6. Steven Caulker

Selain Houllier, Benitez, dan Hodgson, Jurgen Klopp juga dikenal melakukan sejumlah transfer yang cukup mengejutkan, salah satunya adalah mendatangkan Steven Caulker dari Southampton. Klopp dikabarkan sangat terkesan dengan performa Caulker ketika Liverpool meraih kemenangan 6-1 atas Southampton.

Caulker, yang pada dasarnya berposisi sebagai bek tengah, ternyata sering diposisikan oleh Klopp sebagai striker darurat selama berseragam Liverpool. Hal ini menunjukkan fleksibilitas Klopp dalam memanfaatkan kemampuan pemain sesuai kebutuhan tim. Sumber: Planet Football.

Read Entire Article
Bisnis | Football |