AC Milan Gagal Menang atas Como, Ardon Jashari: Kami Tampil Lebih Baik

2 weeks ago 10

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan harus puas berbagi angka saat menjamu Como pada laga tunda pekan ke-24 Liga Italia 2025/2026. Duel yang digelar di San Siro, Kamis (19/02/2026) dini hari WIB itu berakhir imbang 1-1.

Hasil ini membuat langkah Rossoneri dalam perburuan Scudetto kian berat. Mereka kini tertinggal tujuh poin dari rival sekota, Inter, dengan hanya 12 laga tersisa.

Como lebih dulu mengejutkan tuan rumah lewat gol Nico Paz pada menit ke-32. Kesalahan umpan Mike Maignan yang dipotong Paz menjadi awal petaka bagi Milan.

Beruntung, Rafael Leao muncul sebagai penyelamat di babak kedua. Winger asal Portugal itu mencetak gol indah lewat lob jarak jauh pada menit ke-64 untuk memastikan laga berakhir sama kuat.

Leao: Milan Lebih Baik, Harusnya Bisa Lebih Tajam

Rafael Leao mengakui laga melawan Como bukan pertandingan yang mudah bagi timnya. Namun ia merasa Milan sudah menunjukkan permainan yang lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya di paruh pertama pada 16 Januari 2026.

Pada duel sebelumnya, Milan memang menang 3-1 atas Como. Meski begitu, Leao menilai kualitas permainan tim kali ini sebenarnya lebih meyakinkan.

Menurutnya, efektivitas menjadi masalah utama Rossoneri, terutama di babak pertama. Peluang demi peluang gagal dimaksimalkan menjadi gol yang bisa mengubah arah pertandingan.

“Itu pertandingan yang harus kami menangkan. Menurut saya, kami bermain jauh lebih baik daripada pertandingan terakhir melawan mereka. Di babak pertama, kami seharusnya bisa lebih tajam di depan gawang,” ujar Rafael Leao pada DAZN, via SempreMilan.

“Kami kebobolan gol pertama, tetapi kami terus bermain, seluruh tim. Dan kemudian di babak kedua, kami kurang tekad dalam umpan akhir atau umpan silang,” keluh pemain asal Portugal ini.

Jashari Sepakat, Milan Tampil Lebih Baik

Gelandang Milan, Ardon Jashari, juga sejalan dengan pernyataan Leao. Ia merasa timnya tampil lebih solid dan berani dalam membangun serangan dibanding laga sebelumnya melawan Como.

Jashari menyoroti bagaimana Milan mampu menciptakan ancaman saat menguasai bola di area belakang pertahanan lawan. Ia melihat ada peningkatan dalam cara tim mengontrol permainan dan mencari celah.

Meski demikian, ia tak menampik kekecewaan karena Milan gagal mengamankan tiga poin penting. Tambahan satu angka membuat jarak dengan Inter semakin sulit dikejar dalam perburuan gelar.

“Saya setuju dengan Rafa. Itu pertandingan yang sulit, tetapi kami bermain lebih baik daripada di leg pertama. Kami berbahaya saat menguasai bola di belakang pertahanan mereka. Sedih rasanya kami tidak menang, tetapi pertandingan selanjutnya sudah di depan mata," ujarnya pada DAZN, via SempreMilan.

Hasil ini membuat peluang Milan untuk mengangkat trofi Serie A musim ini semakin tipis. Dengan 36 poin yang sudah dikoleksi dan kompetisi memasuki fase krusial, Rossoneri dituntut tampil lebih klinis jika ingin menjaga asa hingga akhir musim.

(DAZN)

Calon Presiden Barcelona Marc Ciria Bawa-Bawa Lionel Messi Jadi Senjata Kampanye

Read Entire Article
Bisnis | Football |