AC Milan Takluk dari Lazio, Strahinja Pavlovic Kecewa Rossoneri Gagal Beri Tekanan pada Inter

11 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Strahinja Pavlovic mengungkapkan rasa kecewanya setelah AC Milan gagal memanfaatkan peluang untuk memangkas jarak dengan Inter Milan dalam perburuan gelar. Kekalahan dari Lazio membuat Rossoneri justru semakin tertinggal di papan atas klasemen.

Milan memasuki pertandingan dengan misi jelas: meraih kemenangan demi memperkecil selisih poin dengan Inter yang sebelumnya hanya bermain imbang melawan Atalanta BC. Namun rencana tersebut buyar setelah gol tunggal Gustav Isaksen di babak pertama memastikan kemenangan Lazio.

Rossoneri sebenarnya mencoba merespons sepanjang pertandingan, tetapi mereka kesulitan menciptakan peluang berarti untuk menyamakan kedudukan. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap bertahan dan Milan harus pulang tanpa poin.

Akibat hasil ini, Inter justru memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi delapan poin. Situasi tersebut membuat peluang Milan untuk mengejar gelar semakin berat, bahkan nyaris mustahil jika melihat sisa pertandingan musim ini.

Fokus tim kini diperkirakan akan beralih pada upaya mengamankan posisi empat besar, terlebih Como 1907 terus mendekat setelah meraih kemenangan pada laga lainnya.

Selain itu, kekalahan ini juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Milan dalam laga tandang liga sepanjang musim 2025/2026.

Pengakuan Pavlovic

Dalam wawancara usai pertandingan, Pavlovic mengakui timnya tampil kurang maksimal, terutama di babak pertama.

“Kami membuat terlalu banyak kesalahan dan banyak umpan yang buruk. Lazio memanfaatkannya dengan baik. Seharusnya kami bisa lebih tenang saat menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluang,” ujar Pavlovic.

Ia juga menilai Lazio memang pantas meraih kemenangan pada pertandingan tersebut.

“Ini sepak bola. Malam ini Lazio jelas tampil lebih baik dari kami,” tambahnya.

Persaingan Scudetto

Ketika ditanya apakah perburuan Scudetto sudah berakhir, Pavlovic tidak menampik bahwa Milan kehilangan momentum penting.

“Kami sebenarnya bisa memberi tekanan kepada Inter jika memenangkan pertandingan ini. Bahkan sebelum laga ini, kami punya banyak kesempatan untuk mendekati posisi pertama. Saya sedih karena kami tidak menang dan tidak bisa memberi tekanan kepada mereka.”

Pavlovic juga dimintai tanggapan mengenai reaksi emosional Rafael Leao saat ditarik keluar oleh pelatih.

“Sejujurnya saya tidak melihatnya dari lapangan. Tapi itu hal yang normal dalam sepak bola. Ada banyak tekanan dan emosi di dalam pertandingan. Semua pemain hanya ingin memberikan yang terbaik untuk membantu tim,” tutupnya.

Sumber: SempreMilan

Klasemen Liga Italia 2025/2026

AVC Men’s Champions League 2026 Jadi Momen Pendorong Sport Industry Indonesia

Read Entire Article
Bisnis | Football |