Alasan Manchester City Pilih Enzo Maresca Jadi Suksesor Pep Guardiola

16 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kabar kepergian Pep Guardiola meninggalkan Manchester City pada akhir musim ini telah mengguncang dunia sepak bola Inggris. Pelatih asal Spanyol tersebut dikabarkan akan mundur dari posisinya setelah pertandingan terakhir Liga Inggris melawan Aston Villa yang dijadwalkan pada Minggu, 24 Mei 2026.

Seiring dengan berita tersebut, berbagai spekulasi mengenai calon pengganti Guardiola mulai bermunculan. Di antara nama-nama yang disebut, Enzo Maresca menjadi kandidat paling kuat untuk mengambil alih kursi kepelatihan yang ditinggalkan Guardiola.

Jurnalis terkenal Fabrizio Romano bahkan menyebut Maresca sudah meneken kontrak tiga tahun untuk bekerja di Etihad.

Kepergian Guardiola menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Eropa. Setelah sepuluh tahun menjalani karier di klub asal Manchester tersebut, Guardiola berhasil mengubah klub tersebut menjadi kekuatan global dengan meraih hampir semua trofi utama yang diperebutkan.

Saat perhatian publik masih tertuju pada kemungkinan perpisahan Guardiola, ada alasan mengapa manajemen Manchester City memilih Enzo Maresca sebagai nakhoda baru. Berikut penjelasannya

1. Tahu Luar Dalam Manchester City

elatih yang berasal dari Italia ini memiliki pemahaman mendalam mengenai struktur klub, berkat pengalamannya sebagai asisten Guardiola selama periode 2022 hingga 2023.

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai asisten, Maresca melanjutkan kariernya sebagai pelatih utama dengan mengantarkan Leicester City promosi ke liga yang lebih tinggi, sebelum akhirnya meraih kesuksesan bersama Chelsea.

Ia berhasil membawa Chelsea meraih gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Keputusan Manchester City untuk menunjuk Maresca diyakini sebagai upaya untuk menjaga filosofi sepak bola yang telah dibangun oleh Guardiola, dengan memberikan kepercayaan kepada sosok yang benar-benar memahami metode dan identitas klub.

Masa Kejayaan Manchester City

Kepergian Guardiola menandakan berakhirnya sebuah era yang sangat berharga bagi Manchester City. Sejak kedatangannya pada tahun 2016, pelatih asal Spanyol ini telah mengubah cara bermain tim dan mengangkat klub ke tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Di bawah kepemimpinannya, The Sky Blues berhasil meraih enam gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, serta berbagai piala lainnya seperti Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Piala Dunia Antarklub, dengan total 20 trofi resmi. Namun, dampak Guardiola jauh melampaui sekadar jumlah trofi yang diraih.

Filosofi permainan menyerang dan dominasi taktik yang diterapkannya telah membentuk identitas baru bagi klub, menjadikan Manchester City salah satu institusi yang paling dihormati di dunia sepak bola. Bahkan pada musim ini, City masih memiliki peluang matematis untuk bersaing dalam perebutan gelar Liga Inggris, meskipun mereka harus berharap agar Arsenal kehilangan poin.

Sumber: Yus Mei Sawitri (Bola.com)

EKSKLUSIF! Sentuhan Luis Estrela: Ubah Cara Main dan Mentalitas Pemain Timnas Futsal Putri Indonesia

Read Entire Article
Bisnis | Football |