Analisis Manchester City: Real Madrid Kembali Jadi Batu Sandungan

3 days ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Kiprah Manchester City di Liga Champions kembali berakhir pahit setelah kalah 1-2 dari Real Madrid. Hasil ini membuat City tersingkir dengan agregat telak 1-5 di babak 16 besar musim 2025-2026.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Manchester City yang kembali disingkirkan Real Madrid untuk ketiga musim beruntun. Tekanan terhadap skuad asuhan Pep Guardiola pun semakin besar di tengah jadwal krusial.

Bermain di Etihad Stadium, Manchester City sejatinya tampil agresif sejak awal laga. Namun, kartu merah kapten Bernardo Silva pada babak pertama menjadi titik balik yang menentukan jalannya pertandingan.

Kartu Merah yang Membuat Situasi Jadi Semakin Sulit

Insiden terjadi saat Bernardo Silva melakukan handball di garis gawang untuk menghentikan tembakan Vinicius Junior. Setelah tinjauan VAR oleh wasit Clement Turpin, City dihukum penalti dan harus bermain dengan 10 orang.

Vinicius yang maju sebagai algojo tidak menyia-nyiakan peluang tersebut. Ia sukses menaklukkan Gianluigi Donnarumma dan membawa Real Madrid unggul.

Situasi ini membuat misi comeback Manchester City semakin sulit. Bermain dengan kekurangan pemain selama hampir 70 menit menguras energi dan efektivitas permainan mereka.

Peluang Terbuang dan Ketangguhan Courtois

Meski tertekan, Manchester City tetap menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, performa gemilang Thibaut Courtois di bawah mistar menggagalkan berbagai upaya tuan rumah.

Peluang dari Erling Haaland, Rodri, hingga Rayan Cherki gagal berbuah gol. Dominasi tembakan yang mencapai 21 percobaan tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Haaland sempat memberi harapan lewat gol penyeimbang menjelang turun minum. Akan tetapi, gol tersebut hanya menjadi hiburan setelah Vinicius mencetak gol kedua di masa injury time.

Tekanan Guardiola Semakin Besar

Kekalahan ini mempertegas dominasi Real Madrid atas Manchester City di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Dalam lima musim terakhir, kedua tim sudah bertemu 11 kali dengan hasil yang kerap berpihak ke klub Spanyol tersebut.

Kini, Manchester City menghadapi periode krusial di kompetisi domestik. Mereka tertinggal sembilan poin dari Arsenal di Liga Inggris dengan delapan laga tersisa.

Selain itu, City juga akan menghadapi Arsenal di final Carabao Cup akhir pekan ini. Laga tersebut menjadi peluang penting untuk menjaga harapan meraih trofi musim ini.

Jika gagal bangkit, musim Manchester City berpotensi berakhir tanpa gelar. Tekanan pun semakin besar bagi Guardiola, yang mulai diragukan masa depannya setelah dua musim beruntun gagal menembus perempat final Liga Champions.

Sumber: BBC Sport

10 Penjualan Terbesar Barcelona Sepanjang Sejarah, Siapa Paling Menguntungkan?

Read Entire Article
Bisnis | Football |