Analisis PSG: Membalikkan Ejekan 'Liga Petani'

21 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - PSG baru saja memberikan pelajaran sepak bola yang berharga kepada Chelsea dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025-2026. Kemenangan telak 3-0 di Stamford Bridge memastikan langkah raksasa Prancis itu melaju dengan keunggulan agregat masif 8-2.

Pertandingan ini membuktikan bahwa armada Luis Enrique berada di level yang sangat berbeda dibandingkan wakil London Barat tersebut. Intensitas yang ditunjukkan sepanjang laga membuat persaingan terasa berakhir bahkan sebelum babak pertama usai.

Hasil ini memperpanjang tren positif Les Parisiens yang terus menunjukkan superioritas mereka di hadapan tim-tim papan atas Liga Inggris. Sekarang, publik mulai mempertanyakan apakah hegemoni sepak bola Eropa memang telah berpindah sepenuhnya ke Paris.

Dominasi Sejak Menit Awal di Stamford Bridge

Khvicha Kvaratskhelia membuka keunggulan tim tamu saat laga baru berjalan enam menit melalui penyelesaian yang sangat tenang. Hanya berselang delapan menit kemudian, Bradley Barcola menggandakan keunggulan melalui peluang kedua yang didapatkan timnya.

Gol dari pemain pengganti Senny Mayulu semakin menambah penderitaan tuan rumah yang tidak berdaya menahan gempuran lawan. Chelsea benar-benar kehilangan taji di hadapan pendukung sendiri karena kalah kelas secara teknis maupun taktis.

Statistik menunjukkan bahwa efektivitas serangan PSG sangat mematikan bagi lini pertahanan lawan mana pun di kompetisi ini. Kemenangan ini sekaligus membalas kegagalan mereka saat menghadapi lawan yang sama pada final Piala Dunia Antarklub di New Jersey.

Balikkan Ejekan 'Liga Petani'

Sebelum pertandingan dimulai, Luis Enrique kembali ditanya mengenai lelucon lama tentang istilah 'liga petani' yang sering disematkan pada kompetisi Prancis.

Istilah tersebut sering dipakai untuk merendahkan kualitas klub Prancis, tetapi kenyataannya kini justru berbalik bagi klub-klub Inggris. Dalam dua musim terakhir, raksasa Ligue 1 ini tercatat telah mengalahkan Arsenal, Aston Villa, hingga Liverpool dengan skor yang mencolok.

Saat ini, PSG merupakan pencetak gol terbanyak dalam turnamen dengan variasi pencetak gol yang paling beragam di antara kontestan lain. Mereka kini menunggu pemenang laga antara Liverpool melawan Galatasaray untuk menentukan lawan di babak perempat final mendatang.

Tantangan besar menanti di fase berikutnya karena mereka berada di jalur yang dihuni tim kuat seperti Real Madrid dan Bayern Munchen. Namun, performa luar biasa sejauh ini membuat siapa pun akan terlihat kecil saat berhadapan dengan kekuatan mereka.

Sumber: BBC Sport

Hansi Flick Tunda Bahas Kontrak, Fokus Bawa Barcelona Lolos di Liga Champions

Read Entire Article
Bisnis | Football |