Antasyafi Robby Sabet Emas Perdana di World Climbing Series Guiyang 2026, Pecahkan Rekor Pribadi

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Atlet panjat tebing Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, berhasil mengukir sejarah dengan meraih medali emas pada ajang World Climbing Series Guiyang 2026. Kemenangan ini menjadi medali emas pertamanya dalam kompetisi bergengsi World Climbing Series, menegaskan posisinya sebagai salah satu atlet terbaik dunia di nomor speed perorangan putra.

Robby, sapaan akrabnya, mengungkapkan rasa gembiranya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut bahwa medali ini merupakan buah dari dukungan banyak pihak serta latihan keras bersama rekan-rekan atlet di Tanah Air. Kemenangan ini dipersembahkan Robby untuk seluruh rakyat Indonesia dan ibunda tercinta.

Final perebutan medali emas berlangsung di Guizhou Caihu International Climbing Center, Guiyang, Tiongkok, pada Jumat, 11 September 2026. Ajang ini merupakan seri ke-428 dalam sejarah World Cup atau World Climbing Series, serta kompetisi speed ke-150 untuk kategori putra dan putri. Sebanyak 101 atlet dari 24 negara di lima benua terdaftar untuk berkompetisi dalam ajang ini.

Dominasi di Final dan Rekor Pribadi

Dalam babak final yang menegangkan, Antasyafi Robby tampil memukau dengan mencatatkan waktu tercepat 4,65 detik. Catatan waktu impresif ini sekaligus menjadi rekor pribadi terbaiknya.

Robby berhasil mengungguli Ling Yongzhi dari Tiongkok yang harus puas dengan medali perak setelah mencetak waktu 4,75 detik.

Medali perunggu juga diraih oleh atlet tuan rumah, Shouhong Chu, dengan waktu 4,80 detik. Sementara itu, atlet Jepang Ryo Omasa menempati posisi keempat dengan catatan waktu 4,99 detik.

Perjalanan Gemilang Menuju Podium

Perjalanan Robby menuju podium emas dimulai dari babak kualifikasi World Climbing Series Guiyang 2026. Ia berhasil mencatatkan waktu 4,831 detik, yang mengantarkannya lolos ke babak 16 besar. Di fase tersebut, Robby kembali menunjukkan performa dominan dengan menjadi atlet tercepat, menyelesaikan lintasan dalam 5,19 detik.

Robby berhasil mengalahkan tiga pesaingnya, yaitu Reza Alipour Shenazandifard dari Iran, serta Luca Robbiati dan Francesco Ponzinibio dari Italia.

Langkahnya berlanjut ke babak perempat final, di mana Robby kembali menjadi yang tercepat dengan torehan waktu 4,84 detik. Pada babak ini, ia mengungguli Reza Alipour Shenazandifard, Matteo Zurloni dari Italia, dan Qihang Xu dari Tiongkok. Konsistensi Robby terus terjaga hingga babak semifinal. Dengan waktu 4,82 detik, ia kembali memimpin di atas Ryo Omasa, Ziyu Zhou dari Tiongkok, dan Reza Alipour Shenazandifard, memastikan tempatnya di final.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Kemenangan di Guiyang ini semakin mengukuhkan posisi Antasyafi Robby di puncak peringkat dunia speed perorangan putra seri 2026. Ia kini kokoh di peringkat pertama dengan total skor 2.864. Sebelum meraih emas perdananya, Robby telah mengumpulkan medali perak pada World Climbing Series edisi Madrid dan Chamonix di tahun 2026. Pada seri Chamonix, ia meraih perak setelah dikalahkan oleh rekan senegaranya, Veddriq Leonardo, di babak final. Robby juga tercatat pernah meraih medali perak di Asian Championships dan mencapai final Asian Beach Games 2026.

Read Entire Article
Bisnis | Football |