Jakarta, CNN Indonesia --
Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang terdiri dari setidaknya seribuan relawan dari 45 negara, telah bergerak dengan kekuatan lebih dari 70 kapal.
GSF bergerak dari empat titik yaitu Spanyol, Turki, Yunani dan Italia. Laman Global Sumud Flotilla, menyebut misi kali ini sebagai Musim Semi 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misi kami tetap jelas: kami berlayar untuk menegakkan martabat manusia dan hukum internasional yang telah diabaikan sepenuhnya oleh pemerintah Israel," demikian penjelasan GSF.
Bagaimana mereka bergerak?
Mereka sangat percaya bahwa pendekatan solidaritas sesama manusia tetap sangat penting.
"Kita memasuki era peperangan otomatis, di mana nyawa warga Palestina dan orang-orang yang terpinggirkan di seluruh dunia direduksi menjadi titik data dalam rantai pembunuhan algoritmik," tulis laman mereka.
"Untuk memahami di mana kita berada, kita harus melihat bagaimana logika militer telah berkembang," lanjut GSF.
Selama intifada kedua, militer Israel menggunakan strategi tidak resmi yang disebut "prosedur kabut." Para prajurit yang menjaga pos dalam kondisi jarak pandang rendah didorong untuk menembakkan rentetan tembakan ke dalam kegelapan hanya dengan teori bahwa ancaman mungkin sedang mengintai.
Itu adalah kekerasan yang dilegitimasi oleh kebutaan yang disengaja: menembak ke dalam kegelapan dan menyebutnya sebagai pencegahan.
Pihak yang terlibat dalam proses ini tidak menjalankan penilaian moral atau menegakkan hukum humaniter internasional. Mereka hanya mengelola sebuah jalur distribusi. Beban moral dari pengambilan nyawa manusia dihilangkan begitu saja oleh perangkat lunak yang canggih.
Sebagai tanggapan, Armada Sumud Global melakukan hal yang sebaliknya.
"Kami bergerak lebih dekat. Kami mempertaruhkan tubuh, perahu, dan suara kami. Melawan efisiensi perang berbasis AI yang dingin dan penuh perhitungan, kami membawa kepedulian kolektif dan kekuatan tak tergoyahkan dari solidaritas akar rumput global," tulis GSF.
Memanfaatkan teknologi terkini, mereka saling terhubung hingga bergerak.
April lalu GSF mulai bergerak dari Port de Vell, Barcelona, Spanyol dengan 30 kapal. Beberapa hari kemudian, sebanyak puluhan kapal juga diberangkatkan dari Pelabuhan Syracuse, Italia, dengan tujuan yang sama.
Tak menunggu lama, tepatnya 7 Mei, di tepi laut Marmaris, Turki, para relawan juga sudah siap berangkat dengan segala persiapan yang dibutuhkan. Dari pelabuhan kecil itu, para delegasi tengah menyiapkan pelayaran untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza.
Para delegasi tersebut mewakili sejumlah lembaga filantropi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Mereka menunggu kedatangan 34 kapal lain yang berlayar dari Yunani. Sebab sebagian kapal dilaporkan sempat mengalami intersep oleh tentara Israel di wilayah perairan Yunani.
Salah satu kapal yang sempat dicegat adalah Saf Saf, kapal yang sebelumnya menjadi mother boat bagi aktivis kemanusiaan Thiago Ávila.
Arti Global Sumud Flotilla?
Global Sumud Flotilla juga merujuk ke Global Freedom Flotilla, yang dalam bahasa Arab disebut Ustul As Sumud Al Alami.
Kata sumud berarti resilience atau steadfastness dalam bahasa Inggris, yang berarti "ketahanan" atau "keteguhan" dalam bahasa Indonesia.
"Sumud adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan perlawanan sehari-hari Palestina tanpa kekerasan terhadap pendudukan Israel," demikian dikutip situs Interactive Encyclopedia of the Palestine Question.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google

19 hours ago
14































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5461781/original/040984600_1767441214-20260103AA_BRI_Super_League_Persija_Jakarta_vs_Persijap_Jepara-7.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5333162/original/077945300_1756607643-AP25242758022232.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482923/original/084488100_1769287691-virgil_van_dijk_semangat_bournemouth_liverpool_ap_ian_walton.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5177578/original/039609200_1743214447-5959e712-365d-4b9a-bb6b-7f4725aeb2a4.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480086/original/028143100_1769034154-Liverpool_Liga_Champions.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495574/original/049685400_1770376747-Salah_satu_peserta_Faldo_Series_Indonesia_Sania_Talita_Wahyudi_-_Credit_Yulius_Martinus_OB_Golf_DSC_9917.jpg.jpeg)
