Barcelona dan Rotasi Tak Berujung di Barisan Pertahanan Mereka

2 weeks ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona memasuki fase sulit musim ini setelah menelan dua kekalahan telak dalam rentang lima hari. Situasi tersebut membuat sektor pertahanan menjadi perhatian utama di tengah jadwal kompetisi yang semakin padat.

Kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid pada semifinal Copa del Rey berlanjut dengan hasil 1-2 dari Girona di Liga Spanyol. Dua hasil tersebut membuka kembali persoalan lama terkait garis pertahanan tinggi yang mudah ditembus lawan.

Kesalahan wasit memang ikut memengaruhi laga kontra Girona. Namun, masalah utama tetap berada pada absennya sistem bertahan yang konsisten dan bisa diandalkan.

Rotasi Tak Berujung di Lini Belakang Barcelona

Menurut laporan Mundo Deportivo, Hansi Flick telah mencoba berbagai pendekatan untuk menstabilkan barisan belakang. Ia melakukan penyesuaian taktik dan teknis hampir setiap pekan tanpa menemukan formula pasti.

Dalam 38 pertandingan resmi musim ini, Flick telah memakai 16 kombinasi pertahanan berbeda. Menariknya, satu susunan yang sama dipakai sebanyak 11 kali tetapi tidak pernah digunakan secara beruntun.

Kombinasi yang paling sering tampil adalah Jules Kounde, Pau Cubarsi, Eric Garcia, dan Alejandro Balde. Empat pemain ini memulai laga bersama dalam 12 pertandingan di semua kompetisi, termasuk delapan di liga.

Akan tetapi, duet bek tengah yang paling sering dipilih saat ini adalah Cubarsi bersama Gerard Martin. Kondisi tersebut menandakan belum adanya hierarki jelas di jantung pertahanan.

Pengorbanan Posisi dan Dampaknya

Ketidakstabilan lini belakang memaksa Flick melakukan pengorbanan posisi. Sepanjang musim, ia sudah memakai empat pemain berbeda sebagai bek kanan.

Kounde dan Garcia menjadi opsi utama di sisi kanan, sementara Marc Casado dan Joao Cancelo juga mendapat kesempatan. Pergantian ini membuat alur permainan dari belakang kerap terputus.

Garcia bahkan harus menjalani peran baru sebagai gelandang dan bek sayap. Cancelo juga sempat digeser ke kiri untuk menutup celah struktur pertahanan.

Situasi ini memperlihatkan bahwa masalah bukan hanya soal individu, tapi juga tentang keseimbangan sistem. Lawan dengan transisi cepat mampu memanfaatkan ruang kosong di belakang garis tinggi pertahanan.

Musim masih panjang, tetapi tekanan terhadap Flick semakin besar untuk segera menemukan kombinasi paling stabil. Tanpa solusi cepat, Barcelona berisiko kehilangan konsistensi di kompetisi domestik maupun Eropa.

Sumber: Barca Universal

Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Bodo/Glimt vs Inter: Lapangan Sintetis dan Suhu Ekstrem Jadi Ujian Nerazzurri

Read Entire Article
Bisnis | Football |