Barcelona Terpukul, Tapi Belum Tumbang dalam Persaingan La Liga 2025/2026

2 weeks ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona tengah memasuki fase sulit di La Liga 2025/2026. Dua kekalahan dari lima laga terakhir membuat posisi mereka digeser Real Madrid dari puncak klasemen.

Blaugrana kalah dari Real Sociedad dan Girona. Pada periode yang sama, Real Madrid selalu menang dan kini memimpin dengan 60 poin, unggul dua angka dari Barcelona.

Tekanan makin terasa setelah Barcelona dihajar 0-4 oleh Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Konsistensi menjadi isu utama tim asuhan Hansi Flick.

Namun, situasi ini belum bisa disebut akhir dari persaingan gelar. Dengan selisih tipis dan banyak laga tersisa, Barcelona masih sangat mungkin bangkit dan menekan Real Madrid.

Santi Canizares: Barcelona Bukan dalam Krisis

Mantan kiper Timnas Spanyol, Santi Canizares, menilai Barcelona belum memasuki fase krisis. Ia melihat masalah utama hanya pada efektivitas, bukan kualitas permainan.

"Ini bukan krisis; Barça menciptakan banyak peluang. Saya akan khawatir jika mereka tidak menciptakan peluang, bukan jika mereka tidak mengkonversinya. Tim ini memiliki bakat untuk memenangkan Liga Champions UEFA," katanya kepada Marca.

Canizares menggarisbawahi bahwa produksi Barcelona peluang tetap tinggi pada setiap laga yang dimainkan. Artinya, fondasi permainan ofensif Barcelona masih terjaga.

Menurutnya, tim dengan kreativitas dan kedalaman lini tengah seperti Barcelona tetap memiliki kapasitas bersaing di semua kompetisi.

Masalah Keseimbangan dan Tantangan Flick

Meski memuji kualitas menyerang, Canizares menyoroti kelemahan lini belakang Barcelona. Ia menilai struktur defensif belum cukup solid untuk tim sekelas mereka.

"Secara defensif, mereka tidak boleh selemah itu. Tidak normal bagi kiper mereka untuk memiliki begitu banyak pekerjaan di klub besar," katanya.

Namun, ia tetap membela pendekatan agresif Hansi Flick. "Barça memiliki lini tengah dan serangan yang termasuk yang terbaik di Eropa. Menghadapi mereka berarti mengetahui bahwa Anda akan diserang dari semua sisi."

"Tetapi jika Anda begitu bagus di lini depan, Anda tidak boleh begitu lemah di lini belakang. Ada kurangnya keseimbangan," katanya.

Sumber: Barca Universal

AC Milan Tertinggal 7 Poin dari Inter, Rafael Leao Ajak Fans Tetap Bersatu

Read Entire Article
Bisnis | Football |