Barcelona Tuduh Ada Upaya Cegah Mereka Juara, Joan Laporta Soroti Kontroversi Wasit

2 weeks ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Joan Laporta melontarkan pernyataan keras terkait keputusan wasit yang dinilai merugikan Barcelona dalam perburuan gelar Liga Spanyol musim ini. Ia bahkan menyebut adanya “lingkaran kekuasaan” yang tidak menginginkan Blaugrana kembali mengangkat trofi liga.

Kontroversi terbaru muncul saat Barcelona menghadapi Girona. Dalam laga tersebut, Claudio Echeverri lolos dari kartu merah meski dianggap menginjak bek Jules Kounde.

Keputusan itu memantik kemarahan kubu Catalan yang merasa dirugikan pada momen krusial musim ini.

Rangkaian Keputusan yang Dipersoalkan

Insiden melawan Girona bukan satu-satunya yang disorot. Sebelumnya, dalam ajang Copa del Rey saat Barcelona dibantai Atletico Madrid, keputusan wasit yang tidak mengusir Giuliano Simeone juga dipertanyakan.

Rentetan kejadian tersebut membuat manajemen klub merilis pernyataan resmi. Barcelona menyampaikan keluhan kepada RFEF, menyatakan “keprihatinan mendalam atas keputusan wasit yang berulang kali merusak esensi pertandingan dan tidak memiliki kriteria yang konsisten.”

Laporta pun mempertegas sikap klub saat peluncuran kampanye pemilihan ulang dirinya sebagai presiden.

“Kami membela Barca agar bisa menikmati kesuksesan olahraga. Tim ini adalah harta karun, kombinasi pemain binaan akademi dan talenta dari berbagai penjuru dunia, semuanya tampil berkat kerja Flick dan Deco,” ujar Laporta.

Ia merujuk pada pelatih Hansi Flick dan direktur olahraga Deco yang dianggap berperan besar dalam membangun fondasi tim musim ini.

Dilawan di Dalam dan Luar Lapangan

Laporta mengaku optimistis Barcelona tetap mampu menjuarai LaLiga. Namun, ia menilai perjuangan musim ini tak hanya soal kualitas di atas rumput.

“Saya yakin kami akan memenangkan LaLiga. Ini akan menjadi liga yang diperjuangkan melawan segalanya dan semua orang, karena mereka tidak hanya ingin mengalahkan kami di lapangan. Mereka juga ingin menjatuhkan kami di luar lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, jadwal padat setiap Minggu dan Rabu membuat performa tim sempat menurun. Ketika momen itu datang, pihak lain disebut memanfaatkannya.

“Contohnya insiden injakan terhadap Kounde. Kami akan membalikkan keadaan dan menemukan kembali permainan kami. Saya sudah berbicara dengan para pemain, mereka sepenuhnya fokus,” tambahnya.

Lap

orta juga mempertanyakan konsistensi penggunaan teknologi dalam pertandingan.

“Sulit dipahami bagaimana dengan begitu banyak dukungan teknologi, kadang digunakan, kadang tidak. Setiap ada kesempatan, mereka merugikan kami. Ada kelompok-kelompok yang tidak pernah berhenti,” ucapnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |