Jakarta, CNN Indonesia --
Selama ini Amerika Serikat dianggap tidak pernah berani menyerang Korea Utara (Korut).
Padahal Korut pun mengembangkan senjata nuklir, bahkan satu dari sembilan negara pemilik senjata pemusnah massal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang berbeda pada Iran yang diserang AS dengan tuduhan sedang mengembangkan nuklir.
Pada 2018 silam, dalam pidato tahun baru di televisi, pemimpin tertinggi Korut Kim Jong Un menyebut AS kini tak berani memulai perang dengan Korea Utara.
Kim Jong Un mengatakan AS tidak akan bisa memulai perang dengan negaranya karena negara itu berhasil mengembangkan senjata nuklir yang bisa menyerang wilayah AS.
"Seluruh wilayah Amerika Serikat sekarang berada dalam jangkauan senjata nuklir kita, dan tombol senjata nuklir itu ada di meja saya. Ini adalah realitas, bukan ancaman," ujar Kim Jong Un dalam pidato Tahun Baru di televisi.
"Tahun ini kami berkonsentrasi mengembangkan kepala nuklir dan rudal balistik untuk bisa dikerahkan," tambah Kim.
"Senjata-senjata ini hanya akan digunakan jika keamanan kami terancam."
Sementara laman para ilmuwan atom, the Bulletin memaparkan pertama, Amerika Serikat tidak memiliki pengaruh yang dibutuhkan untuk secara efektif mempengaruhi Korea Utara melalui cara ekonomi.
Kedua, superioritas nuklir AS atas Korea Utara secara paradoks membuat Kim menganggap persenjataan nuklirnya sangat penting untuk kelangsungan rezimnya.
Korea Utara harus memastikan untuk tetap teguh dalam menghadapi setiap krisis baru, agar tidak terlihat rentan. Tekad yang tak tergoyahkan inilah yang membuat Korea Utara efektif dalam menolak tuntutan dari lawan-lawannya yang jauh lebih kuat.
Dengam begitu, Korut punya kekuatan untuk tidak tunduk pada AS.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
12






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4702242/original/020445800_1703907385-000_349828W.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325417/original/070038100_1755978346-AP25235673218519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5461781/original/040984600_1767441214-20260103AA_BRI_Super_League_Persija_Jakarta_vs_Persijap_Jepara-7.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482923/original/084488100_1769287691-virgil_van_dijk_semangat_bournemouth_liverpool_ap_ian_walton.jpg)