BRI Super League: PSIM Yogyakarta Tanpa 2 Pilar Asing saat Jamu Persita Tangerang

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta kembali dihadapkan pada situasi yang tidak ideal jelang pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Mereka dipastikan belum bisa menurunkan dua pemain asingnya saat menghadapi Persita Tangerang.

Laga yang akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (30/4) sore itu menjadi ujian konsistensi bagi Laskar Mataram. Absennya Rahmatsho Rahmatzoda dan Anton Fase membuat opsi pelatih kembali terbatas.

Kondisi ini bukan pertama kali terjadi dalam beberapa pekan terakhir. PSIM harus beradaptasi tanpa kekuatan penuh di tengah ketatnya persaingan kompetisi.

Tim medis memastikan bahwa kedua pemain tersebut masih dalam tahap pemulihan cedera. Keputusan untuk tidak memaksakan tampil diambil demi menghindari risiko yang lebih besar.

Situasi ini memaksa PSIM untuk kembali mengandalkan kedalaman skuad yang ada. Rotasi pemain dan fleksibilitas taktik menjadi kunci untuk menjaga performa tim tetap kompetitif.

Progres Pemulihan Rahmatsho Masih Dipantau Ketat

Rahmatsho Rahmatzoda menjadi salah satu pemain yang paling dinantikan kembalinya. Namun hingga saat ini, tim medis belum bisa memastikan kapan ia benar-benar siap bermain.

“Kalau untuk masa absennya, kami masih belum mengetahui secara pasti berapa lama. Namun yang pasti, untuk pertandingan selanjutnya melawan Persita, dia belum bisa bermain,” kata Hansel.

Meski belum bisa tampil, perkembangan kondisi Rahmatsho menunjukkan tren positif. Ia sudah mulai kembali ke lapangan meski masih dalam porsi latihan terbatas.

“Lalu, untuk progres penyembuhannya sudah membaik. Setelah rest, mulai minggu ini dia sudah berlatih di pinggir lapangan,” ujar Hansel lagi.

Anton Fase Masih Jalani Pemulihan, PSIM Dituntut Adaptif

Berbeda dengan Rahmatsho yang sudah mulai menyentuh lapangan, kondisi Anton Fase masih membutuhkan waktu lebih panjang. Ia masih menjalani latihan mandiri di bawah pengawasan tim medis.

“Anton masih dalam proses pemulihan dan masih terus kami pantau. Saat ini dia belum bisa kembali berlatih di lapangan, jadi masih latihan mandiri gym dengan pantauan kami dan pelatih fisik,” Hansel menuturkan.

Situasi ini menegaskan bahwa PSIM belum bisa berharap banyak dalam waktu dekat. Kehilangan dua pemain asing sekaligus jelas berdampak pada keseimbangan tim.

Dalam konteks taktik, pelatih dituntut untuk menemukan alternatif yang efektif. Pemanfaatan pemain lokal dan penyesuaian strategi menjadi langkah realistis yang harus diambil.

Sumber: I.League

Mikael Tata, Winger Dadakan yang Meledak saat Persebaya Hajar Arema FC dengan Skor 4-0

Read Entire Article
Bisnis | Football |