Liputan6.com, Jakarta - Cadangan devisa Jepang mengalami penurunan tajam pada Agustus 2026. Nilainya merosot 6,18 persen menjadi US$ 1,207 triliun, penurunan bulanan terbesar sejak Kementerian Keuangan Jepang mulai mencatat data tersebut pada 2000.
Data Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan cadangan devisa pada Agustus turun dari US$ 1,287 triliun pada Juli.
Mengutip CNBC, Selasa (8/9/2026), penurunan tersebut sekaligus menjadi yang keempat secara berturut-turut. Angkanya juga melampaui rekor penurunan sebelumnya yang terjadi pada Mei, ketika cadangan devisa Jepang anjlok 5,58 persen.
Kementerian Keuangan Jepang tidak menjelaskan secara rinci penyebab penurunan tersebut. Namun, media Jepang Kyodo News mengutip seorang pejabat Kementerian Keuangan yang tidak disebutkan namanya, menyebut penurunan dipengaruhi intervensi untuk menopang nilai tukar yen.
Selain itu, penurunan nilai obligasi pemerintah Jepang setelah imbal hasil (yield) mengalami kenaikan turut memberikan tekanan terhadap cadangan devisa.
Kenaikan imbal hasil obligasi juga terjadi di sejumlah negara besar. Imbal hasil obligasi global telah meningkat ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk obligasi pemerintah Jerman, Inggris, dan surat utang AS.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan nilai aset obligasi dapat memengaruhi besaran cadangan devisa Jepang.
Gara-Gara Intervensi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
Perbesar
Masahiko Loo, senior fixed income strategist di State Street Investment Management, mengatakan kepada CNBC bahwa penurunan cadangan devisa Jepang terutama disebabkan oleh intervensi pemerintah di pasar valuta asing.
“Penurunan ini terutama merupakan hasil dari intervensi penjualan dolar dan pembelian yen yang baru-baru ini dilakukan Jepang,” kata Loo.
Tokyo telah beberapa kali melakukan intervensi untuk menopang yen dalam beberapa bulan terakhir.
Pada April dan Mei, Jepang menghabiskan sekitar 11,73 triliun yen atau setara US$ 75,26 miliar untuk intervensi tersebut.
Jepang kemudian melakukan intervensi yang lebih besar senilai 15,4 triliun yen pada akhir Juli. Langkah itu turut didukung Amerika Serikat melalui penjualan euro untuk membantu menopang yen.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang, total dana yang telah dikeluarkan untuk intervensi mencapai sekitar 27,1 triliun yen.
Jumlah tersebut menjadi nilai intervensi tahunan terbesar yang pernah dikeluarkan Jepang. Angkanya melampaui rekor sebelumnya sebesar 20,4 triliun yen yang tercatat pada 2003.
Kerja sama dengan Washington pada akhir Juli juga menjadi intervensi terkoordinasi pertama Jepang dan AS untuk menopang yen sejak 1998.
Mencerminkan Tindakan Kebijakan
Intervensi pemerintah Jepang dilakukan ketika yen menghadapi tekanan besar terhadap dolar AS.
Pada 23 Juli, yen sempat melemah hingga 163,98 per dolar AS, level terendah dalam 40 tahun. Saat ini, yen diperdagangkan di kisaran 155,98 per dolar AS.
Penurunan cadangan devisa yang cukup tajam tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap investor.
Namun, Loo menilai kondisi tersebut belum menunjukkan adanya tekanan finansial pada Jepang.
Ketika ditanya apakah penurunan cadangan devisa perlu dikhawatirkan investor, Loo mengatakan, “Penurunan ini mencerminkan tindakan kebijakan, bukan tekanan finansial.”
Dengan demikian, penurunan cadangan devisa Jepang lebih banyak dikaitkan dengan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan pergerakan yen dan perubahan nilai aset, terutama obligasi pemerintah.
Intervensi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Jepang masih berupaya membatasi tekanan terhadap yen di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap suku bunga dan pergerakan imbal hasil obligasi global.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343445/original/064763900_1788857469-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6935.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6484358/original/030209800_1779343577-1000324698.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343221/original/003293100_1788847583-publikasi_1788833862_6a9f7046542a0.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343144/original/009565400_1788845244-c447f3b7-5f35-4c23-8eda-e7a1ef71029f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1599773/original/087034400_1495204685-ASEAN_Nations_Flags_in_Jakarta_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2937007/original/027763700_1570791763-Bandara_Radin_Intan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4820877/original/028795700_1714729252-Menkeu_Yakin_pertumbuhan_Ekonomi_Indonesia_Capai_5_17_persen-ANGGA_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341643/original/074988700_1788670000-ban4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342817/original/040596100_1788832419-E8A73B65-F148-487B-A927-EEEF2E4C0869.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342804/original/091583500_1788831749-AHY_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317438/original/045081200_1755343105-Rayakan_Kemerdekaan_ke-80__Pelita_Air_Beri_Diskon_Hingga_Rp808.000_Untuk_Penerbangan_Domestik___Internasional-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569342/original/032630100_1777438850-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290338/original/083924200_1783473452-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341641/original/042828600_1788670000-ban2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3510180/original/008174500_1626238886-000_9EW4ZH.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081368/original/035536900_1657165361-Gaya_David_Beckham_saat_Nonton_Tenis_Wimbledon_2022-AP-1.jpg)











