CEO Nvidia hingga Elon Musk Ikut Trump ke Beijing, Bahas EV dan AI?

3 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Dua bos perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) ikut dalam rombongan Presiden AS Donald Trump ke China pada tengah pekan ini.

Dua bos itu adalah CEO Nvidia, Jensen Huang, dan pemimpin Tesla, Elon Musk. Mereka berada dalam pesawat Air Force One yang menerbangkan Trump dan rombongan dari Washington ke Beijing, Selasa (12/5).

Huang dan Musk, dua pemimpin perusahaan teknologi sedang berlomba untuk mendominasi pasar kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) global yang bergantung pada chip berkinerja tinggi. Selain itu, Musk pun dikenal dengan perusahaan teknologi yang memproduksi kendaraan listrik (EV) dan proyek luar angkasa lewat SpaceX.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip dari AFP, Huang naik ke Air Force One di Alaska saat pesawat kepresidenan itu singgah untuk mengisi bensin.

"Sungguh suatu kehormatan ada Jensen [dalam rombongan ke Beijing]," tulis Trump di akun media sosialnya.

Trump mengaku akan berbicara dengan Xi untuk membuka peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi AS tersebut.

"Saya akan meminta Presiden Xi, seorang pemimpin dengan reputasi luar biasa, untuk 'membuka' China agar orang-orang brilian ini dapat menunjukkan kehebatan mereka, dan membantu membawa Republik Rakyat China ke tingkat yang lebih tinggi lagi!" katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Nvidia mengatakan Huang ikut dalam rombongan atas dasar undangan Trump secara langsung.

Sebelumnya pengusaha kelahiran Taiwan ini telah menganjurkan penggunaan chip perusahaannya di China, di mana Beijing telah mempercepat pengembangan semikonduktornya sendiri.

Maret lalu, Huang mengatakan perusahaannya telah memulai kembali produksi chip H200 kelas atas yang ditujukan untuk China setelah Washington melonggarkan pembatasan ekspor. Sebelumnya, chip buatan pabriknya dilarang diekspor ke China karena kekhawatiran Washington soal keamanan nasional.

"[Huang] menghadiri KTT tersebut atas undangan Presiden Trump untuk mendukung Amerika dan tujuan pemerintahan," kata juru bicara Nvidia.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China belum menyampaikan apa saja yang akan dibicarakan Presiden Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat bertemu di Beijing dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pada 13-15 Mei 2016.

"Selama kunjungan Presiden Trump ke China, kedua kepala negara akan melakukan pertukaran pandangan mendalam tentang isu-isu utama yang menyangkut hubungan China-AS dan perdamaian serta pembangunan dunia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (12/5) dikutip dari Antara.

Namun, Guo Jiakun tidak menjelaskan secara terperinci apa yang dimaksud dengan "isu-isu utama" tersebut.

Masih mengutip dari Antara, belasan CEO dan eksekutif perusahaan AS yang dilaporkan dibawa Trump ke Beijing lainnya beberapa di antaranya adalah Larry Fink (CEO dan salah satu pendiri BlackRock) dan Stephen Schwarzman (CEO dan salah satu pendiri Blackstone).

Lalu Kelly Ortberg (CEO Boeing), Brian Sikes (CEO Cargill), Jane Fraser (CEO Citigroup), dan Jim Anderson (CEO Coherent).

Kemudian Larry Culp (CEO GE Aerospace), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Jacob Thaysen (CEO Illumina), Michael Miebach (CEO Mastercard), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Sanjay Mehrotra (CEO Micron), Cristiano Amon (CEO Qualcomm), dan Ryan McInerney (CEO Visa).

Banner Microsite Haji 2026

Perusahaan-perusahaan itu disebut punya kepentingan di China misalnya Meta yang harus membatalkan akuisisi perusahaan rintisan kecerdasan buatan Manus senilai lebih dari US$2 miliar karena Beijing memperketat pengawasan terhadap investasi AS di perusahaan rintisan domestik yang mengembangkan teknologi mutakhir.

Kemudian saat ini Tesla juga sedang berupaya mendapatkan izin otoritas China untuk memperluas adopsi sistem bantuan Full Self-Driving (FDR) di pasar domestik China.

Sementara BlackRock sedang menghadapi pengawasan ketat terkait rencana akuisisi pelabuhan senilai 23 miliar dolar AS, termasuk dua pelabuhan yang mengelola Terusan Panama, CK Hutchison, asal Hong Kong. Beijing disebut mengkritik akusisi itu karena menilai Washington berupaya untuk mengurangi pengaruh China di jalur air strategis tersebut.

Sedangkan perusahaan pembuat komponen optik Coherent sedang berupaya mengatasi kontrol ekspor Beijing terhadap indium dan material terkait yang penting untuk chip optik berkinerja tinggi.

Masih ada Illumina yaitu perusahaan pengurutan gen AS yang berupaya membangun kembali bisnisnya di China setelah Beijing mencabut larangan ekspor yang dikenakan pada perusahaan tersebut tahun lalu. Kemudian Boeing dilaporkan sedang mengejar pesanan pesawat besar dari pembeli China.

Trump diperkirakan akan bertemu dengan Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14/5) untuk pembicaraan yang mencakup agenda berbagai agenda termasuk perang terhadap Iran, perdagangan, kontrol ekspor logam tanah jarang, dan Taiwan sebagai isu-isu utama.

(afp/antara/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |