Chelsea Ogah Ambil Risiko, Hati-Hati Susun Rencana Comeback Gelandang Terlupakan

3 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Romeo Lavia, gelandang muda berbakat milik Chelsea, akhirnya dijadwalkan kembali bermain untuk pertama kalinya dalam pertandingan kompetitif sejak November 2025.

Pemain internasional Belgia tersebut menepi selama lebih dari tiga bulan akibat cedera paha yang diderita saat memperkuat The Blues dalam laga fase grup Liga Champions melawan Qarabag, 5 November silam.

Langkah kembalinya Lavia ke lapangan hijau ini merupakan bagian dari rencana rehabilitasi medis yang sangat mendetail dan hati-hati yang disusun oleh staf kepelatihan Chelsea.

Kehadiran kembali pemain yang didatangkan dari Southampton pada tahun 2023 ini diharapkan mampu memberikan opsi tambahan di lini tengah bagi manajer Liam Rosenior untuk menghadapi sisa kompetisi musim 2025/2026 yang semakin krusial.

Proses Rehabilitasi Melalui Tim Under-21

Sebagai tahap awal untuk memulihkan kebugaran fisiknya setelah absen cukup lama, Romeo Lavia tidak langsung diterjunkan ke skuad utama, melainkan akan mendapatkan menit bermain bersama tim Chelsea U-21.

Ia tampil dalam pertandingan melawan Leeds United, Jumat (20/2/2026) waktu setempat. Keputusan untuk memainkan Lavia di level umur ini bertujuan agar sang pemain bisa beradaptasi kembali dengan intensitas pertandingan kompetitif tanpa risiko beban kerja yang berlebihan.

Staf medis Chelsea memantau secara ketat reaksi fisik Lavia selama dan setelah pertandingan tersebut guna memastikan tidak ada masalah pada area cederanya sebelum dinyatakan sepenuhnya siap bergabung kembali dalam sesi latihan penuh bersama tim senior.

Target Kembali ke Skuad Utama Melawan Arsenal

Jika proses kembalinya Lavia bersama tim U-21 berjalan lancar dan tanpa kendala fisik, pihak klub telah memproyeksikan sang gelandang untuk masuk ke dalam daftar skuad utama pada akhir pekan depan.

Target utama Chelsea adalah menyertakan nama Lavia dalam skuad yang dipersiapkan melawan Arsenal pada 1 Maret.

Kembalinya Lavia menjadi momen penting bagi kariernya di Stamford Bridge, mengingat ia hanya mampu mencatatkan sekitar 30 penampilan selama dua setengah tahun terakhir akibat serangkaian cedera yang menghambat perkembangannya.

Kebugaran Lavia menjadi prioritas utama bagi manajemen klub agar ia dapat memberikan kontribusi maksimal secara konsisten dan memenuhi ekspektasi besar yang menyertai kepindahannya ke London Barat beberapa musim lalu.

Jose Mourinho Akui Situasi Sulit Usai Insiden Benfica vs Real Madrid: Tidak Mudah Secara Emosional

Read Entire Article
Bisnis | Football |