Como Dipaksa Imbang Inter Milan, Fabregas: Harusnya Bisa Menang!

2 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026 antara Como dan Inter Milan berakhir tanpa pemenang. Duel yang berlangsung di Giuseppe Sinigaglia Stadium, Rabu (04/03/2026) dini hari WIB, ditutup dengan skor kacamata 0-0.

Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim untuk melaju ke babak berikutnya masih terbuka lebar. Namun, jalannya laga meninggalkan kesan mendalam bagi kubu tuan rumah.

Como tampil impresif dengan meredam dominasi Inter yang belakangan ini tampil perkasa di kancah domestik. Bahkan, skuad asuhan Cesc Fabregas sempat menebar ancaman nyata yang membuat pendukung lawan menahan napas.

Di sisi lain, Inter kesulitan menembus pertahanan lawan dan hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Fakta ini membuat Fabregas merasa hasil imbang tersebut belum sepenuhnya adil bagi performa anak asuhnya.

Peluang Emas Terbuang, Fabregas Nilai Como Pantas Cetak Gol

Sejak menit awal, kedua pelatih menerapkan strategi kejutan. Inter hanya menurunkan satu penyerang, sementara Como mengandalkan Nico Paz sebagai false 9 hampir sepanjang laga.

Taktik ini memberikan fleksibilitas lebih bagi Como dalam menyusun serangan. Mereka sempat mengancam melalui upaya Mergim Vojvoda dan peluang emas Alex Valle dari jarak lima meter yang gagal dimaksimalkan.

Inter sebenarnya memiliki peluang emas melalui sepakan Matteo Darmian, namun bola membentur tiang gawang. Meskipun demikian, secara keseluruhan Como terlihat lebih mendekati gol sepanjang pertandingan.

"Hasilnya memang seperti itu," ujar Fabregas kepada Sport Mediaset, via Football Italia. "Secara keseluruhan, saya merasa mungkin kami pantas mencetak gol, atau setidaknya lebih dekat untuk mencetak gol."

Duel Taktik Ala Catur

Fabregas menggambarkan laga ini sebagai adu strategi tingkat tinggi. Menurutnya, Inter harus mengubah gaya permainan mereka secara drastis untuk membendung kekuatan Como.

Duel di lapangan berjalan sangat taktis dan penuh kalkulasi. Kedua kesebelasan saling membatasi ruang gerak lawan guna meminimalkan risiko kesalahan.

Menghadapi tim paling dominan di Serie A, Como tetap teguh mempertahankan gaya bermain mereka. Kunci utama keberhasilan ini terletak pada soliditas lini belakang serta disiplin organisasi permainan.

"Ini seperti pertandingan catur, sangat taktis, di mana melawan tim paling dominan di Serie A, kami memainkan permainan yang kami inginkan," tuturnya.

"Kami tampil solid, memiliki dua atau tiga peluang bagus, dengan Alex Valle di mana tampaknya lebih sulit untuk gagal mencetak gol daripada mencetak gol, tetapi hal-hal seperti ini terjadi."

Read Entire Article
Bisnis | Football |