Como FC: Buah Kejelian dan Kesabaran Michael Bambang Hartono

3 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kebangkitan dramatis Como FC dari kasta keempat Liga Italia, Serie D, hingga menembus Serie A dan kini mengincar posisi di Liga Champions, menjadi sorotan dunia sepak bola. Perjalanan luar biasa ini tak lepas dari tangan dingin dua miliarder Indonesia, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Mereka mengambil alih klub saat terpuruk dan mengubahnya menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola Italia.

Akuisisi klub pada tahun 2019 oleh Hartono bersaudara melalui SENT Entertainment Ltd. saat Como 1907 berada di ambang kebangkrutan, merupakan langkah berani yang dipandang skeptis banyak pihak. Namun, dengan visi jangka panjang dan investasi strategis, mereka membuktikan bahwa kejelian dan kesabaran adalah kunci kesuksesan. Kini, pada Maret 2026, Como FC bahkan berada di posisi keempat klasemen Serie A, zona kualifikasi Liga Champions.

Transformasi Como FC ini menjadi bukti nyata bagaimana manajemen yang solid dan dukungan finansial yang kuat dapat mengubah nasib sebuah klub. Dari sebuah klub yang nyaris punah, Como FC kini menjelma menjadi tim yang disegani, siap bersaing di kompetisi tertinggi Eropa, berkat strategi Michael Bambang Hartono yang visioner.

Michael Bambang Hartono sendiri baru saja meninggal dunia pada 19 Maret 2026.  Beliau meninggal dunia di usia 86 tahun di Singapura.

Akuisisi Berani di Tengah Keterpurukan

Pada tahun 2019, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, pemilik Djarum Group dan Bank Central Asia (BCA), membuat keputusan mengejutkan dengan mengakuisisi Como 1907. Klub Italia ini kala itu terpuruk di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia, dan sedang menghadapi masalah keuangan serius setelah sempat bangkrut.

Pembelian klub seharga sekitar 850.000 Euro, atau sekitar Rp 5 miliar, ditambah pelunasan utang sebesar 150.000 Euro, menjadi langkah berani yang menuai banyak pertanyaan. Banyak pihak terkejut dengan investasi ini, mengingat kondisi finansial klub yang sangat tidak sehat.

Akuisisi ini dilakukan melalui perusahaan mereka, SENT Entertainment Ltd., menandai masuknya modal besar dari Indonesia ke dunia sepak bola Italia. Hartono bersaudara melihat potensi di balik keterpurukan Como, sebuah kejelian yang menjadi fondasi kebangkitan klub.

Di bawah kepemilikan Hartono bersaudara, Como 1907 memulai perjalanan menanjak yang luar biasa. Pada akhir musim 2018-2019, mereka berhasil promosi dari Serie D ke Serie C. Dua tahun kemudian, pada musim 2020-2021, Como 1907 kembali naik kasta, kali ini ke Serie B. Puncak perjalanan ini terjadi pada musim 2023-2024, ketika klub berhasil memastikan tempat di Serie A, kasta tertinggi sepak bola Italia, setelah absen selama 21 tahun. Promosi ke Serie A diamankan pada pertandingan terakhir musim 2023-2024, 10 Mei 2024, setelah bermain imbang 1-1 melawan Cosenza, membuat Como finis sebagai runner-up Serie B di bawah Parma. Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari kepiawaian Hartono bersaudara dalam mengelola klub melalui investasi besar dalam infrastruktur dan skuad. Musim lalu, 2024-2025, Como bahkan mampu finis di peringkat ke-10 Serie A, mengungguli beberapa klub besar lainnya, menunjukkan adaptasi dan daya saing mereka di level tertinggi.

Read Entire Article
Bisnis | Football |