Como vs Inter: Minim Peluang, Semifinal Coppa Italia Masih Terbuka

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026 antara Como dan Inter Milan berakhir tanpa gol di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu 4 Maret 2025 dini hari pukul 03.00 WIB.

Duel berlangsung kompetitif dengan peluang emas yang sangat terbatas dari kedua pihak. Inter sedikit mendominasi penguasaan bola, sementara Como tampil terstruktur dan penuh disiplin di bawah kendali Cesc Fabregas.

Papan skor tetap kosong hingga peluit panjang berbunyi. Kini, pintu menuju final masih terbuka bagi kedua tim, dengan Inter akan menjadi tuan rumah pada leg kedua di Giuseppe Meazza.

Dalam konteks dua pertemuan, hasil imbang tanpa gol ini sedikit berpihak pada Inter yang akan bermain di hadapan publik sendiri di leg selanjutnya. Meski begitu, tanpa berlakunya aturan gol tandang, skor 0-0 belum memberikan keuntungan nyata bagi salah satu pihak.

Babak Pertama

Como tampil mengejutkan dengan langsung mengambil kendali di menit-menit awal. Meskipun Inter lebih banyak memegang bola, tuan rumah justru lebih agresif dalam memasuki sepertiga akhir pertahanan lawan.

Peluang pembuka tercipta pada menit ke-17 setelah blunder Yann Bisseck melepaskan bola langsung ke kaki Mergim Vojvoda. Carlos Augusto bertindak cepat dengan melakukan blok penting untuk menghalau ancaman tersebut.

Inter berulang kali mengalami hambatan dalam membangun serangan yang terorganisir. Absennya Lautaro Martinez memaksa Francesco Pio Esposito tampil sebagai striker tunggal, membuat ketajaman lini depan Nerazzurri terasa berkurang.

Momen berbahaya Como kembali hadir di menit ke-36. Nico Paz melepaskan tembakan keras dan mendatar dari sisi kiri, namun Josep Martinez sigap menepis bola dan menyelamatkan gawangnya.

Menjelang akhir babak pertama, Vojvoda kembali menjadi ancaman serius. Ia berhasil melewati Francesco Acerbi sebelum melepaskan tendangan melengkung yang tipis meleset di sisi kiri gawang.

Waktu tambahan dua menit pun berlalu tanpa perubahan skor. Babak pertama ditutup dengan kedudukan 0-0, dengan Como tampil sedikit lebih mengancam dibanding tim tamu.

Babak Kedua

Inter keluar dengan lebih agresif usai turun minum. Hanya beberapa detik setelah babak kedua dimulai, Matteo Darmian menerobos dari sisi kanan dan mengirimkan bola melintasi kotak enam yard yang membentur tiang dekat sebelum bola keluar lapangan.

Como langsung membalas lewat serangan balik kilat di menit ke-48. Umpan silang rendah Smolcic menemukan Alex Valle di depan gawang, namun tembakan dari jarak ravat itu justru melenceng dari sasaran. Sebelum menit ke-60, pelatih Cristian Chivu melakukan tiga pergantian sekaligus. Denzel Dumfries, Piotr Zielinski, dan Marcus Thuram dimasukkan untuk mendongkrak daya serang Inter. Intensitas permainan Inter meningkat di babak kedua dengan penguasaan bola melebihi 60 persen. Namun, mereka tetap kesulitan menghasilkan satu pun tembakan yang mengarah tepat ke gawang sepanjang laga. Pada sepuluh menit terakhir, Como memilih merapatkan lini pertahanan dan bermain lebih dalam. Masuknya Anastasios Douvikas dan Martin Baturina tidak banyak menggeser strategi hati-hati yang diterapkan tuan rumah. Tiga menit waktu tambahan pun berlalu tanpa gol. Inter terus mengedarkan bola di lini tengah, sementara Como bertahan dengan teratur hingga peluit akhir memastikan laga berakhir 0-0.

Read Entire Article
Bisnis | Football |