Cristian Chivu Pasang Badan untuk Inter, Percaya Bisa Comeback Lawan Bodo/Glimt

1 week ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Cristian Chivu menanggapi dengan nada keras saat ditanya apakah tersingkir dari play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt akan menjadi sebuah aib. Ia menilai pertanyaan tersebut mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap Inter Milan.

Pada leg pertama, Inter kebobolan lewat gol Sondre Brunstad Fet, Jens Petter Hauge, dan Kasper Hogh. Hasil itu membuat langkah Nerazzurri menuju fase berikutnya semakin berat.

Secara statistik, situasi Inter tidak menguntungkan. Terakhir kali tim yang kalah dua gol di leg pertama tandang mampu lolos adalah Liverpool pada musim 2018/2019 saat menghadapi Barcelona.

Inter sendiri jarang menang dengan selisih dua gol atau lebih di fase gugur Liga Champions. Bahkan, mereka belum pernah menang tiga gol setelah fase grup kompetisi tersebut.

Tidak Ada yang Memalukan

Cristian Chivu menanggapi pertanyaan jurnalis Norwegia yang menyebut Inter bisa memalukan jika tersingkir oleh Bodo/Glimt. Ia menilai anggapan tersebut sebagai bentuk kurangnya rasa hormat.

Menurutnya, sepak bola adalah tentang kerja keras dua tim yang saling berhadapan. Ia menekankan pentingnya menghormati lawan tanpa merendahkan pihak lain.

"Tidak ada yang memalukan dalam sepak bola," ujar Cristian Chivu.

"Dalam sepak bola, ada kerja dari sebuah klub dan tim, di satu sisi maupun sisi lainnya, dan kita harus menerima serta menghormati lawan. Anda tidak menghormati kami dengan menyebut bahwa kami harus malu kalah dari tim seperti itu, dari kota dengan 50.000 penduduk.

"Kami sangat menghormati apa yang telah dilakukan Bodo terhadap kami, juga di Madrid dan melawan City serta Dortmund. Kami menghormati lawan dan memberi selamat atas hal baik yang telah mereka bangun dalam beberapa waktu terakhir," tegas Chivu.

"Ketika Anda memiliki ide yang jelas, Anda bisa membawa sesuatu yang baik ke depan. Tetapi kami tidak malu, karena kami mencoba menjadi versi terbaik dari diri kami pekan lalu, ketika mereka lebih baik dari kami, dan kami memberi selamat kepada mereka."

Tetap Percaya Bisa Membalikkan Keadaan

Inter akan tampil tanpa Lautaro Martinez yang masih cedera. Di bawah asuhan Chivu, Inter sempat memenangi empat laga awal Liga Champions sebelum kemudian kalah empat kali dari lima pertandingan terakhir.

Persentase kekalahan Chivu di kompetisi ini menjadi yang tertinggi di antara pelatih Inter dengan minimal lima laga. Meski begitu, ia tetap yakin timnya mampu bangkit.

"Kami tahu kekuatan lawan kami, apa yang mereka capai di fase liga bukanlah kebetulan," kata Chivu.

"Mereka bermain imbang di Dortmund, mengalahkan Manchester City, dan menang di Madrid. Kami tahu mereka bisa menyulitkan kami. Terkadang kami kesulitan dan memberi beberapa peluang. Kami berharap itu tidak terjadi lagi.

Para pemain ini memiliki kepercayaan diri dan mereka telah menunjukkannya dalam tiga bulan terakhir. Kami mengalami pasang surut, termasuk kalah di Liga Champions, tetapi itu tidak menghilangkan kepercayaan, keyakinan diri, atau etos kerja kami.

"Tidak masalah jika satu pertempuran kalah, yang terpenting adalah memberikan yang terbaik di setiap pertandingan dan menjadi versi terbaik dari diri kami," tutup Chivu.

Sumber: FotMob

Timnas Malaysia Tak Kapok Naturalisasi Pemain, Striker Brasil dan Bek Australia Segera Perkuat Skuad

Read Entire Article
Bisnis | Football |