Dampingi Prabowo di WEF Swiss, Danantara Cari Peluang Investasi

2 weeks ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memamerkan posisinya di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Kehadirannya untuk menawarkan kecakapan Danantara sebagai mitra straegis investasi di Tanah Air.

Ini jadi kali perdana Danantara untuk menghadiri WEF 2026. Sekaligus, mendampingi kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Negara yang sempat absen dalam lebih dari 10 tahun.

"Kehadiran Danantara Indonesia di World Economic Forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun kemitraan global yang berlandaskan tata kelola yang kuat dan kualitas investasi yang tinggi," kata CEO Danantara, Rosan Roeslani dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).

Dia menjelaskan, Danantara membawa perspektif investasi dan perekonomian dari pasar berkembang yang berada di garis depan perubahan global. Menurut dia, Indonesia menghadapi langsung tantangan perubahan iklim, dinamika demografi, serta kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. 

"Dalam konteks inilah Danantara Indonesia memosisikan diri tidak hanya sebagai investor, tetapi sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial," ujarnya.

Rosan memastikan setiap kolaborasi yang dibangun tidak hanya menarik secara finansial, tetapi juga harus relevan dan berkontribusi langsung pada transformasi ekonomi Indonesia. Partisipasi Danantara Indonesia di WEF 2026, seiring dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, menegaskan komitmen Indonesia terhadap keterbukaan, kolaborasi global, dan investasi jangka panjang yang berkelanjutan. 

Prioritas Investasi

Rosan menjelaskan, sat ini fokus investasi Danantara Indonesia berangkat dari kebutuhan riil Indonesia dan selaras dengan agenda global. Prioritas tersebut mencakup penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok, percepatan transisi energi, peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan.

Termasuk pengembangan infrastruktur digital, serta penciptaan peluang ekonomi bagi populasi muda yang terus tumbuh. Perwakilan Indonesia akan melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan pimpinan negara, investor institusional, sovereign wealth fund lainnya, serta berbagai lembaga keuangan dan ekonomi global. .

"Partisipasi Danantara ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel, berorientasi jangka panjang, dan berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan,” ujar Rosan.

Bangun Kepercayaan Global

Sebelumnya,  Peneliti Senior INDEF, Dradjad Wibowo menilai, kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara Indonesia) dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss memiliki peran strategis untuk menjelaskan kebijakan ekonomi. Salah satu peran adalah bagaimana kemampuan Danantara mengelola modal negara senilai USD 1 triliun.

Adapun Presiden RI Prabowo Subianto bersama Danantara Indonesia akan hadir dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Sebelumnya, Menteri  Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan hadir pada acara WEF yang akan digelar pada 19–23 Januari 2026 di Davos. Forum ini melibatkan pemimpin negara-negara dunia, pengusaha, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil dengan mengusung tema “A Spirit of Dialogue”.

Peneliti Senior INDEF, Dradjad Wibowo menilai, tampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar buat kemajuan ekonomi Indonesia. "Itu forum tepat, para tokoh dan orang kuat di jaringan keuangan, investasi, bisnis dan inovasi hadir di sana,” kata Dradjad dikutip dari keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).

Berperan Strategis

Ia menambahkan, Danantara juga memiliki peran strategis untuk menjelaskan kebijakan ekonomi Indonesia. Hal itu termasuk peran Danantara bagaimana mengelola modal negara USD 1 triliun.

"Ujungnya membangun confidence, kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia,” kata dia.

Dradjad mengatakan, Danantara harusnya dapat memanfaatkan WEF 2026 untuk menjelaskan kepada para konglomerat dunia yang hadir, pemimpin negara, dan para inovator teknologi perihal peran penting badan investasi ini dibentuk. 

"Para raksasa dunia itu harus jelas, iklim bisnis apa yang mau kita bangun dengan SWF (sovereign wealth fund) Indonesia ini,” ujar dia. 

Read Entire Article
Bisnis | Football |