Daniel Maldini dan Jalan yang Berbeda dari Ayahnya

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Daniel Maldini memilih jalur karier yang sangat berbeda dari sang ayah, Paolo Maldini. Jika Paolo identik dengan kesetiaan panjang bersama AC Milan, Daniel justru menjalani karier dengan berpindah-pindah klub.

Pada usia baru 24 tahun, Daniel sudah membela tujuh klub berbeda sepanjang kariernya. Bahkan, gol perdananya untuk Cagliari baru-baru ini membuat namanya tercatat dalam sebuah rekor unik di Serie A.

Daniel mencetak gol kemenangan Cagliari saat menjamu Lecce pada pekan ketiga Serie A 2026/2027. Gol tersebut bukan sekadar memastikan tiga poin bagi tim asuhan Fabio Pisacane, tetapi juga melengkapi koleksi klub Serie A yang pernah dibobolnya.

Kini, Daniel telah mencetak gol untuk enam klub berbeda di kasta tertinggi Italia. Catatan itu menegaskan betapa berbeda perjalanan kariernya dibandingkan Paolo, yang begitu lekat dengan identitas AC Milan.

Daniel Maldini dan Rekor Unik di Serie A

Gol Daniel ke gawang Lecce membawa Cagliari menang 1-0 di kandang. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Cagliari ke posisi kesembilan setelah tiga pertandingan Serie A musim 2026/2027.

Lebih penting lagi, gol tersebut membuat Daniel mencetak gol untuk klub Serie A keenam sepanjang kariernya. Keenam klub itu adalah Milan, Spezia, Monza, Atalanta, Lazio, dan Cagliari, diurutkan dari yang terbaru.

Empoli menjadi satu-satunya klub yang pernah dibela Daniel tetapi tidak berhasil dibobolnya. Artinya, dari tujuh klub yang pernah menjadi bagian perjalanan kariernya, enam di antaranya sudah pernah menjadi panggung bagi gol pemain berusia 24 tahun tersebut.

Menurut data Opta, tidak ada pemain lain yang mencetak gol untuk lebih banyak klub Serie A sejak Daniel mencetak gol pertamanya di kompetisi tersebut. Gol pertama itu ia buat untuk Milan saat menang 2-1 di markas Spezia pada September 2021.

Jalan Karier Berbeda dari Sang Ayah

Daniel sempat menjadi bagian dari AC Milan sejak 2020 hingga 2024. Namun, selama periode tersebut ia tiga kali menjalani masa peminjaman sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke klub-klub lain.

Situasi tersebut sangat kontras dengan karier Paolo Maldini. Sang ayah dikenal sebagai salah satu simbol kesetiaan AC Milan, sedangkan Daniel justru terus berpindah klub untuk mencari kesempatan bermain dan membangun kariernya sendiri.

Meski tidak mendapatkan banyak kesempatan di Milan, Daniel tetap memiliki kenangan penting bersama Rossoneri. Pada musim 2021/2022, ia meraih trofi Serie A pertamanya sekaligus mengikuti jejak ayahnya, Paolo Maldini, dan sang kakek, Cesare Maldini.

Namun, Daniel belum menjadi bagian penting dalam susunan pemain utama Milan ketika itu. Sepanjang musim 2021/2022, ia hanya tampil dalam 13 pertandingan dengan total 239 menit bermain.

Sumber: Football Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Bela Indonesia di Asian Games 2026, Derrick Michael Wujudkan Mimpi Masa SMA

Read Entire Article
Bisnis | Football |