Declan Rice Ungkap ‘Kekacauan’ di Ruang Ganti Arsenal Usai Singkirkan Atletico Madrid

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Keberhasilan Arsenal melangkah ke final Liga Champions usai menyingkirkan Atletico Madrid disambut euforia luar biasa di ruang ganti. Gelandang andalan mereka, Declan Rice, bahkan menggambarkan suasana tersebut sebagai “kacau”, dalam arti penuh perayaan dan luapan emosi.

Arsenal memastikan tiket ke partai puncak setelah tampil solid sepanjang laga. Di lini tengah, Rice tampil dominan dan menjadi motor permainan bersama talenta muda Myles Lewis-Skelly.

Performa impresifnya tak hanya membantu tim mengontrol pertandingan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu kandidat kuat pemain terbaik musim ini.

Cerita Declan Rice

Usai pertandingan, Rice tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia mengungkapkan bahwa ruang ganti Arsenal berubah menjadi lautan perayaan setelah peluit akhir dibunyikan.

“Ya, ini benar-benar kacau,” ujar Rice dalam wawancara dengan Amazon Prime.

“Saya rasa orang-orang tidak boleh meremehkan apa yang sudah kami capai di kompetisi ini. Kami memang pantas merayakan momen ini. Ini adalah momen besar, final Liga Champions, kompetisi paling bergengsi di sepak bola klub.”

Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi kebanggaan besar bagi seluruh pemain dan klub. “Ini momen yang membanggakan bagi kami semua. Kami hanya ingin menikmati setiap detiknya,” lanjutnya.

Momentum Menuju Sejarah

Musim ini berpotensi menjadi salah satu yang paling bersejarah bagi Arsenal, dan Rice berada di pusat cerita tersebut. Didatangkan dengan nilai transfer sekitar £100 juta, gelandang timnas Inggris itu sempat diragukan. Namun kini, ia justru menjelma sebagai pilar utama yang membawa stabilitas dan determinasi di lini tengah.

Dengan peluang meraih dua trofi dalam satu musim, Rice berkesempatan mengukir warisan besar di Arsenal dalam waktu singkat. Jika berhasil membawa timnya meraih gelar, kontribusinya hampir pasti akan dikenang sebagai salah satu faktor kunci kesuksesan tersebut.

Tak hanya itu, performa konsisten Rice sepanjang musim juga membuka peluang baginya untuk menyabet penghargaan pemain terbaik. Jika Arsenal menutup musim dengan trofi, sulit untuk mengabaikan peran sentralnya dalam perjalanan gemilang ini.

Euforia di ruang ganti mungkin hanya berlangsung sesaat, tetapi bagi Rice dan Arsenal, perjalanan menuju kejayaan kini tinggal selangkah lagi.

Disiplin Jadi Kunci, Kurniawan Dwi Yulianto Siapkan Taktik Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Qatar

Read Entire Article
Bisnis | Football |