Eks Menlu Iran Meninggal usai Kena Bombardir AS-Israel

8 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi, meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya setelah terkena serangan udara Amerika Serikat-Israel pada 1 April lalu.

Kantor berita Iran Islamic Republic News Agency (IRNA) melaporkan sebelum meninggal, Kharrazi mengalami luka serius dalam dugaan upaya pembunuhan yang juga menewaskan istrinya.

Pada 1 April dini hari, sebuah serangan udara menargetkan rumah Kharrazi hingga menewaskan sang istri dan menyebabkannya mengalami luka berat hingga harus dirawat intensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kharrazi, yang menjabat sebagai kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, meninggal dunia pada Jumat (10/4) dini hari akibat luka parah yang dideritanya.

Menurut laporan IRNA, ia mengalami luka kritis dalam serangan udara yang menargetkan kediamannya. Ia sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari sebelum akhirnya meninggal dunia.

Pihak keluarga mengonfirmasi kabar duka tersebut dan menyatakan Kharrazi wafat setelah bertahun-tahun mengabdi di bidang politik dan akademik Iran.

[Gambas:Video CNN]

Ia dikenal sebagai tokoh penting dalam kebijakan luar negeri Iran dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Menteri Luar Negeri, penasihat senior Pemimpin Tertinggi, kepala Pusat Ilmu Kognitif, serta anggota Dewan Penentu Kebijakan (Expediency Discernment Council).

Kematian Kharrazi menambah panjang daftar mantan dan pejabat hingga petinggi militer Iran yang tewas dalam serangan AS-Israel sejak 28 Februari lalu.

Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga tewas dalam serangan AS-Iran tersebut hingga kini jabatan digantikan oleh sang putra, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Sejak didapuk menjadi pemimpin tertinggi, Mojtaba belum menunjukkan diri di publik secara langsung. Sejauh ini, Mojtaba baru merilis sejumlah pernyataan yang juga tidak disampaikannya secara langsung ke publik.

Hal itu memicu spekulasi soal kondisi Mojtaba yang menurut sejumlah laporan intelijen sedang dalam keadaan kritis imbas luka yang ia dideritanya setelah turut terkena serangan AS-Israel.

Baru-baru ini, Mojtaba juga buka suara soal gencatan senjata yang akhirnya disepakati Iran-AS pada Selasa (7/4).

Khamenei menyatakan Republik Islam Iran tidak menginginkan perang dengan Amerika Serikat dan Israel, namun tetap akan mempertahankan hak-haknya sebagai sebuah negara. Namun, lagi-lagi pernyataan Mojtaba tersebut diungkapkan melalui pernyataan yang dibacakan stasiun televisi Iran.

"Kami tidak mencari perang dan kami tidak menginginkannya,"ujar Mojtaba melalui pesan tertulis yang dibacakan di stasiun televisi negara, Kamis (9/4).

"Namun kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam kondisi apa pun, dan dalam hal ini kami memandang seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan," tambahnya.

Pernyataan Mojtaba itu tampaknya merujuk pada situasi di Lebanon, di mana Israel masih terus membombardir negara itu melawan sekutu Teheran, Hizbullah.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |