Eks Real Madrid Ini Bongkar Alasan Xabi Alonso Gagal di Bernabeu: Terlalu Fokus ke Gayanya Sendiri

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kesuksesan besar pernah diraih Xabi Alonso bersama Bayer Leverkusen. Ia membawa klub Jerman itu meraih gelar ganda domestik bersejarah pada 2024 dan membuatnya dilirik oleh mantan klubnya, Real Madrid.

Namun cerita berbeda terjadi saat ia menerima tantangan di Real Madrid. Masa jabatannya di ibu kota Spanyol hanya bertahan setengah musim sebelum harus berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.

Perbedaan atmosfer dan tuntutan antara kedua klub disebut menjadi faktor kunci. Jika di Leverkusen ia diberi waktu membangun proyek, di Madrid tekanan untuk hasil instan datang tanpa kompromi.

Kini, perdebatan soal kegagalan tersebut kembali mencuat. Mantan gelandang Real Madrid, Sami Khedira, ikut angkat bicara dan memberikan analisisnya secara terbuka.

Terlalu Kaku dengan Filosofi Sendiri?

Transisi dari Bayer Leverkusen ke Real Madrid memang bukan perkara sederhana. Lingkungan Madrid yang sarat tekanan membuat adaptasi menjadi jauh lebih kompleks.

Sami Khedira menilai waktu menjadi faktor yang sangat krusial dalam proses tersebut. Menurutnya, Alonso tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk menyesuaikan pendekatan taktik dengan karakter pemain yang ada.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya ketidaksesuaian pendekatan. "Mungkin ia terlalu fokus pada gayanya sendiri dan bukan pada gaya yang dibutuhkan oleh pemain topnya. Itu mungkin poin terpenting. Real Madrid tentu saja sesuatu yang istimewa," kata Khedira pada Sky Sport ketika merenungkan mengapa masa jabatan pertamanya tidak menghasilkan kesuksesan jangka panjang.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Real Madrid bukan sekadar klub besar biasa. Adaptasi cepat dan fleksibilitas taktik menjadi syarat mutlak untuk bertahan di Santiago Bernabeu.

Yakin Segera Tangani Klub Top Inggris

Meski gagal di Madrid, reputasi Alonso tidak runtuh begitu saja. Banyak pihak masih melihatnya sebagai salah satu pelatih paling progresif di Eropa saat ini.

Keberhasilannya membangun struktur taktik modern di Leverkusen menjadi bukti kapasitasnya. Ia dinilai mampu menggabungkan identitas permainan dengan budaya kemenangan.

Khedira pun optimistis masa depan Alonso tetap cerah. "Saya percaya bahwa Xabi Alonso akan segera menjadi pelatih klub papan atas. Di Eropa, di Inggris atau di tempat lain. Ia akan menjadi juara lagi," kata Khedira.

Prediksi tersebut mengarah pada kemungkinan besar ia akan kembali ke panggung elite. Liga Inggris disebut-sebut sebagai destinasi paling realistis untuk kebangkitan berikutnya.

Kandidat Kuat Pengganti Arne Slot di Liverpool

Nama Alonso kembali dikaitkan dengan Liverpool dalam beberapa pekan terakhir. Situasi The Reds di bawah asuhan Arne Slot disebut belum sepenuhnya stabil.

Slot dikabarkan berada dalam tekanan besar. Ia disebut bisa kehilangan pekerjaannya jika Liverpool gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Ikatan emosional Alonso dengan Liverpool juga menjadi faktor penting. Ia pernah membela klub tersebut dari 2004 hingga 2009 dan membantu memenangkan Liga Champions, Piala FA, serta UEFA Super Cup.

Dengan rekam jejak itu, Alonso dinilai sebagai kandidat ideal jika kursi panas di Anfield benar-benar kosong. Publik Merseyside pun menunggu apakah kisah lamanya akan berlanjut dalam peran baru sebagai manajer.

(Sky Sport)

Upaya Manchester United Angkut Camavinga tak Mendapat Restu dari Real Madrid

Read Entire Article
Bisnis | Football |