Eks Wonderkid Arsenal Beri Wejangan untuk Max Dowman: Nikmati Proses, Jangan Terbebani Ekspektasi

5 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Mantan winger Jermaine Pennant memberikan nasihat berharga kepada talenta muda Arsenal, Max Dowman yang tengah mencuri perhatian publik sepak bola Inggris.

Pennant, yang pernah digadang-gadang sebagai bintang masa depan Arsenal, meminta Dowman untuk menikmati setiap momen dalam perjalanannya tanpa terbebani tekanan.

Pennant memahami betul situasi yang sedang dialami Dowman. Pada 1999, ia mencatat sejarah sebagai pemain termuda Arsenal setelah menjalani debut profesional di usia 16 tahun. Transfer senilai £2 juta kala itu bahkan menjadikannya pemain muda termahal di dunia.

Pennant Berbagi Pengalaman

Berbekal pengalaman tersebut, pria berusia 43 tahun itu menilai tekanan besar belum sepenuhnya dirasakan pemain seusia Dowman. Menurutnya, di fase awal karier, fokus utama seorang pemain muda adalah perkembangan dan kesempatan bermain, bukan tuntutan untuk langsung menjadi pembeda.

“Di usia seperti itu, sebenarnya tidak ada tekanan besar karena belum ada yang benar-benar bergantung padamu untuk mengubah segalanya. Yang ada hanyalah kesempatan dan proses berkembang,” ujar Pennant.

Meski demikian, ia mengakui bahwa rasa gugup tetap hadir, terutama saat harus tampil di level senior. “Kamu masih anak-anak di usia 16 tahun, tapi sudah bermain di level pria. Itu menegangkan sekaligus menyenangkan,” tambahnya.

Pennant menilai tekanan sejati baru akan datang ketika pemain mulai menjadi bagian penting dalam tim utama. Untuk saat ini, Dowman justru diyakini sedang menikmati setiap peluang yang datang.

Penampilan Mengesankan Dowman

Penampilan impresif Dowman memang tengah menjadi sorotan. Pemain berusia 16 tahun itu bahkan mulai dibandingkan dengan dua legenda sepak bola dunia, yakni Lionel Messi dan Kaka, setelah mencetak gol dalam penampilan singkatnya melawan Everton.

Gol tersebut membuatnya menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League.

Tak hanya itu, Dowman juga mulai dipercaya masuk skuad utama racikan Mikel Arteta. Ia bahkan sudah bermain sebagai starter saat Arsenal menghadapi Brighton di ajang Piala Liga, Oktober lalu.

Debut Pennant di Arsenal

Berbeda dengan Dowman, Pennant harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan kesempatan sebagai starter. Ia baru tampil sejak menit awal setelah tiga setengah tahun sejak debutnya, tepatnya pada Mei 2003. Menariknya, ia langsung mencetak hat-trick saat menghadapi Southampton.

Namun, momen gemilang tersebut tidak langsung mengubah nasibnya di tim utama. Minimnya waktu bermain sempat membuatnya frustrasi. “Saya pikir hat-trick itu akan jadi titik balik. Tapi ternyata tidak. Itu membuat saya kecewa karena saya hanya ingin bermain,” kenang Pennant. Karena itu, ia berharap situasi serupa tidak dialami Dowman. Ia menegaskan pentingnya memberi kesempatan lebih kepada pemain muda yang memang sudah menunjukkan kualitas. “Kalau dia cukup bagus, mainkan dia. Berikan waktu bermain. Jangan hanya memberi harapan lalu menariknya kembali,” tegasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |