Enzo Fernandez Harusnya Dikartu Merah Lebih Cepat, Ini Alasannya

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Enzo Fernandez menjadi salah satu pemain yang paling banyak diperbincangkan setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Gelandang Chelsea itu akhirnya menerima kartu merah pada menit 90+3 setelah pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi.

Namun, kartu merah tersebut dinilai datang terlambat. Mantan kepala PGMOL sekaligus eks wasit FIFA, Keith Hackett, menilai Enzo Fernandez sebenarnya sudah beruntung masih berada di lapangan sejak menit ke-82.

Pada laga yang berakhir lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106 itu, Argentina kehilangan momentum setelah bermain dengan 10 pemain. Hackett menilai keputusan wasit Slavko Vincic memberi kelonggaran kepada Enzo Fernandez menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan.

Enzo Fernandez Dinilai Lolos dari Kartu Merah di Menit 82

Pada menit ke-82, Enzo Fernandez menerima kartu kuning akibat memprotes keputusan wasit dengan keras setelah merasa dilanggar di area tengah lapangan. Setelah mendapat kartu, ia juga memberikan tepuk tangan bernada sarkastis kepada Slavko Vincic.

Menurut Hackett, tindakan tersebut semestinya dapat berujung kartu kuning kedua dalam penerapan aturan yang lebih tegas. Ia menilai Enzo Fernandez beruntung karena wasit tidak mengambil keputusan yang lebih berat pada saat itu.

"Saya pikir dia beruntung, tetapi dalam sebuah final selalu ada keengganan, sampai tingkat tertentu, untuk mengeluarkan kartu merah," kata Hackett kepada Football Insider.

Ia juga menilai bahasa tubuh Vincic memperlihatkan ketidakpuasan terhadap ucapan sang gelandang. Meski demikian, wasit tetap memilih mempertahankan Enzo Fernandez di atas lapangan.

Tepuk Tangan Sarkastis Lolos dari Perhatian Wasit

Hackett menilai aksi tepuk tangan sarkastis Enzo Fernandez kemungkinan tidak terlihat oleh wasit. Menurutnya, Slavko Vincic lebih fokus mempersiapkan pertandingan agar segera dilanjutkan.

"Saya pikir kemungkinan besar wasit tidak melihat pemain itu bertepuk tangan karena ia sedang fokus memulai kembali pertandingan," ujar Hackett.

Ia juga menilai VAR sudah bertindak tepat dengan tidak ikut campur dalam insiden tersebut. Berdasarkan regulasi, keputusan terkait kartu kuning tetap berada di tangan wasit utama.

Lionel Scaloni Ikut Dinilai Bertanggung Jawab

Hackett berpandangan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memiliki kesempatan untuk meredam emosi Enzo Fernandez. Ia menilai staf pelatih atau kapten tim semestinya mengingatkan sang gelandang agar lebih disiplin.

"Saya akan bilang pelatih memiliki pilihan untuk mengirim pesan kepada pemain itu agar memperbaiki kedisiplinannya," ucap Hackett.

Sayangnya, Scaloni telah memakai seluruh jatah pergantian pemain sehingga tidak dapat menarik Enzo Fernandez keluar lapangan. Beberapa menit kemudian, gelandang berusia 25 tahun itu melakukan tekel keras kepada Pau Cubarsi yang menghasilkan kartu kuning kedua sekaligus kartu merah pada menit 90+3.

Argentina akhirnya harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain sebelum Ferran Torres memastikan kemenangan Spanyol 1-0 pada menit ke-106. Kekalahan tersebut mengakhiri langkah Argentina di final, sementara perdebatan mengenai momen kartu merah Enzo Fernandez masih terus berlanjut.

Sumber: Football Insider

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid

Read Entire Article
Bisnis | Football |