Eric Garcia Soroti Keputusan Wasit yang Rugikan Barcelona

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Eric Garcia angkat bicara soal kontroversi wasit yang menimpa Barcelona dalam sepekan terakhir. Bek Blaugrana itu menilai timnya merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan penting.

Barcelona menelan dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Girona. Situasi itu makin sulit karena beberapa keputusan wasit dinilai tidak berpihak kepada mereka.

Gol kemenangan Girona sempat menuai polemik karena Jules Kounde terlihat terinjak sebelum proses gol terjadi. Beberapa hari sebelumnya, Barcelona juga harus menerima kenyataan gol mereka dianulir setelah pemeriksaan VAR selama delapan menit karena Pau Cubarsi dianggap offside.

Garcia menilai momen momen krusial itu memengaruhi mental tim. Ia meminta rekan setimnya segera bangkit dan tetap fokus menghadapi sisa musim.

Merasa Setiap Gol Bisa Dianulir

Garcia menilai ada situasi yang tidak bisa dikendalikan oleh para pemain di lapangan. Ia merasa keputusan kecil kerap berujung merugikan Barcelona.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan rasa frustrasi di dalam tim. Namun ia menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi.

"Ada situasi yang tidak bisa kami kendalikan. Saat ini kami merasa para wasit bisa menganulir setiap gol yang kami cetak. Jika mereka ingin menganulirnya, mereka akan melakukannya," ujar Eric Garcia kepada Tot Costa.

"Itu adalah pertandingan di mana kami sedikit diliputi frustrasi dan kami harus mengatur ulang. Kami tahu keputusan yang merugikan bisa datang dan kami harus tetap fokus.

"Melawan Atletico kami menciptakan peluang dalam lima menit pertama babak kedua. Kami mencetak gol, tetapi butuh tujuh menit untuk memvalidasinya atau tidak. Menurut saya itu gila," tegas Eric Garcia.

Sempat Hampir Pergi pada Januari 2025

Selain membahas kontroversi wasit, Garcia juga mengungkapkan masa depannya di Barcelona sempat tidak pasti. Ia mengaku hampir hengkang pada bursa transfer musim dingin 2025.

Ketertarikan Como membuat situasinya berubah sebelum akhirnya pelatih Hansi Flick memintanya bertahan. Keputusan itu kini ia nilai sebagai langkah terbaik.

"Ada momen ketika tampaknya saya akan pergi ke Como. Pertandingan melawan Benfica mengubah segalanya. Setelah berbicara dengan Flick, saya sekarang bisa mengatakan bahwa bertahan adalah keputusan terbaik," kata Garcia.

"Saya tidak pernah meragukan diri sendiri, saya selalu jelas dengan kemampuan saya. Saya datang ke Barca setelah hampir satu tahun tanpa bermain. Saya berusia 19 atau 20 tahun dan membutuhkan konsistensi untuk berkembang.

"Saya tidak mendapatkannya lalu pergi ke Girona dengan gaya yang mirip di sini dan pelatih yang memberi saya banyak kepercayaan. Saya berkembang sebagai pemain dan pribadi lalu kembali ke Barca. Awalnya tidak mudah, tetapi seiring waktu saya menemukan kepercayaan diri," pungkas Garcia.

Sumber: Football Espana

Persaingan Sengit di Liga Spanyol

Cerita Michael Carrick Saat Dipilih Jadi Manajer Man United: Sedang OTW ke Newcastle

Read Entire Article
Bisnis | Football |