FIFA Selidiki Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Argentina Terancam Sanksi

7 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tidak hanya menyisakan cerita soal perebutan gelar juara. Laga tersebut juga diwarnai kericuhan yang pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

FIFA memastikan akan menyelidiki insiden tersebut melalui Komite Disiplin. Sejumlah pemain Argentina diduga terlibat dalam bentrokan yang terjadi di atas lapangan.

Keributan berlangsung setelah Spanyol memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina lewat gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu. La Roja pun sukses merebut gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah mereka.

Sementara itu, Argentina harus mengakhiri turnamen dengan kekecewaan. Selain gagal mempertahankan gelar, Albiceleste kini juga berpotensi menghadapi proses disiplin dari FIFA.

FIFA Tunjuk Jaksa Disiplin

FIFA mengeluarkan pernyataan resmi sehari setelah partai final berlangsung. Badan sepak bola dunia itu menyatakan telah memulai proses penyelidikan terhadap insiden pascapertandingan.

Komite Disiplin FIFA menunjuk seorang Jaksa Disiplin dan Etik untuk memeriksa dugaan pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA. Langkah tersebut diambil setelah mempelajari laporan resmi pertandingan.

Penyelidikan dilakukan berdasarkan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA. Seluruh pihak yang terlibat akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan.

Hingga kini, FIFA belum mengumumkan kemungkinan hukuman yang akan dijatuhkan. Keputusan baru akan diambil setelah investigasi selesai dilakukan.

Leandro Paredes Jadi Sorotan

Keributan bermula ketika para pemain cadangan dan staf Spanyol masuk ke lapangan untuk merayakan gelar juara. Momen tersebut memicu ketegangan dengan sejumlah pemain Argentina.

Nahuel Molina terlihat lebih dulu menyerang kapten Spanyol, Rodri. Situasi kemudian memanas setelah keduanya terlibat adu mulut.

Bek Spanyol Eric Garcia berusaha meredakan suasana. Namun, tayangan televisi memperlihatkan Leandro Paredes mendorong Garcia hingga terjatuh.

Setelah Garcia berdiri, Paredes kembali terlibat kontak fisik dan tampak memegang leher sang bek. Beberapa ofisial pertandingan serta staf Argentina langsung berusaha melerai insiden tersebut.

Ketegangan Berlanjut hingga Akhir

Pelatih Argentina Lionel Scaloni ikut turun tangan untuk menenangkan para pemainnya. Namun, emosi Paredes belum sepenuhnya mereda.

Gelandang berusia 32 tahun itu kemudian terlibat insiden lain dengan Gavi. Pemain muda Spanyol tersebut sempat terjatuh dalam keributan yang terjadi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Pemain cadangan Argentina, Thiago Almada, juga terlihat menarik rompi latihan milik Gavi. Tidak lama kemudian, Paredes kembali menjatuhkan gelandang Spanyol tersebut. Sepanjang pertandingan, tensi memang sudah tinggi. Enzo Fernandez bahkan menerima kartu merah pada masa injury time babak kedua setelah mendapatkan kartu kuning kedua akibat melanggar Pau Cubarsi.

Read Entire Article
Bisnis | Football |