:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482291/original/069866400_1769170838-Untitled.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Kanada Mark Carney menanggapi pemberlakukan tarif 50% Amerika Serikat (AS) dengan tarif balasan mulai 8 September.
Dikutip dari CNBC, Senin, (24/8/2026), AS telah memberlakukan tarif 50% terhadap beberapa produk Kanada pada Sabtu, 22 Agustus 2026 setelah perundingan perdagangan antara keduanya menemui jalan buntu pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Para negosiator baik dari AS maupun Kanada telah berupaya menjalin kesepakatan seminggu belakangan, bahkan beberapa kali mengisyaratkan hampir mencapai titik temu. Presiden AS Donald Trump telah menunda tenggat awal yang semula ditetapkan pada Rabu, tepat beberapa jam sebelum tarif tersebut diberlakukan, dengan dalih ada kesepakatan yang akan segera diselesaikan. Menteri Perdagangan Kanada untuk Amerika Serikat, Dominic LeBlanc, juga mengatakan kepada wartawan pada Kamis (20/08/2026) bahwa kesepakatan sudah “sangat dekat.”
Namun, kedua belah pihak saling menyalahkan karena gagalnya kesepakatan tersebut, sementara tarif yang berlaku sejak Sabtu pagi berdampak pada ekspor Kanada sekitar US$ 20 miliar atau Rp 354 triliun (asumsi kurs dolar terhadap rupiah 17.700), termasuk anggur, furnitur, produk susu, semen, pakaian, pancing, dan perlengkapan hoki.
Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer, dalam sebuah unggahan di X pada Sabtu dini hari, menyatakan, Kanada enggan menyelesaikan perjanjian perdagangan sesuai ketentuan yang telah disepakati awal pekan ini.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, 21 Agustus 2026 mengatakan meskipun telah berupaya mencapai kesepakatan, kemajuannya dinilai belum memenuhi tujuan Kanada.
"Perubahan mendadak pada ketentuan yang diusulkan AS tidak adil, tidak ekonomis, dan mempertanyakan keandalan kesepakatan apapun," ia menambahkan.
Tarif Naik, Kedua Negara Saling Menyalahkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2579310/original/039167700_1546583310-kanada.jpg)
Perbesar
Dalam konferensi pers pada Sabtu di Ottawa, Ontario, Carney mengatakan bahwa tuntutan AS sudah kelewatan.
“Mereka meminta terlalu banyak dan menawarkan terlalu sedikit,” katanya, sambil menambahkan bahwa Kanada bersedia mencabut sisa tarif balasan atas baja, aluminium, dan mobil jika AS mau menurunkan tarifnya.
Akibatnya, Carney mengatakan Kanada akan memberlakukan tarif balasan pada 8 September yang akan menargetkan sektor-sektor seperti baja, produk susu, peralatan pertanian, serta pulp dan kertas. Rincian mengenai langkah baru tersebut akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan, setelah sebelumnya ia menegaskan bahwa balasan tersebut “sepadan”.
Carney juga menyoroti hubungan energi antara kedua negara, “Kanada menjadi pendorong pertumbuhan Amerika … Saya rasa mereka tidak ingin kami menghentikan pengiriman energi tersebut.”
Sementara itu, Trump mengkritik kebijakan perdagangan Kanada.
“Kanada ingin menikmati keuntungan negara, tanpa menjadi salah satunya!!!,” kata Trump dalam sebuah postingan di Truth Social pada Minggu dini hari (23/08/2026). “Mereka juga membebankan tarif mahal kepada petani-petani hebat kami selama bertahun-tahun. Tidak lagi!!!”
Pemimpin Minoritas Senat AS dari Partai Demokrat New York, Chuck Schumer, mengkritik tarif balasan AS dalam sebuah postingan di X.
“Trump baru saja membebani keluarga-keluarga pekerja keras Amerika—yang sudah tertekan oleh lonjakan biaya hidup—dengan beban baru. Kebijakan tak masuk akal terkait Kanada ini seharusnya tidak pernah diberlakukan. Ini harus dihentikan sekarang,” tulis Schumer.
Dampak Perundingan AS dan Kanada
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
Perbesar
Senator AS dari Partai Republik yang mewakili Maine, Susan Collins, menyoroti dampak terhadap negaranya dari perundingan perdagangan yang naik-turun antara AS dan Kanada” dalam sebuah postingan di X. Ia menulis, Maine mengimpor sekitar $2 miliar atau Rp 41,358 triliun produk non-minyak dari Kanada setiap tahun.
"Pemerintah harus mempertimbangkan dampak negatif dari pemberlakuan tarif terhadap bisnis, masyarakat, dan keluarga Maine, serta berupaya mencapai kesepakatan yang adil dengan tetangga kita di Kanada," tulis dia.
Ia juga mendesak kedua belah pihak untuk kembali berunding.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu, CEO Business Roundtable Joshua Bolten mengatakan, meskipun Business Roundtable menghargai Pemerintahan Trump dalam mengatasi hambatan yang dihadapi para eksportir Amerika Serikat, tarif baru dan tindakan balasan berisiko menaikkan biaya bagi perusahaan dan keluarga Amerika Serikat. Selain itu, mengganggu rantai pasokan, serta membebani hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Kanada.”
Namun, Greer, dalam Fox News pada Sabtu, mengatakan tidak ada agenda rundingan terbaru dengan Kanada.
"Mereka selalu memutuskan yang terbaik, dan mereka bahkan bisa mencapai kesepakatan yang lebih baik lagi, tetapi mereka tidak ingin," ujar dia.
Memperumit Hubungan AS-Kanada
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326341/original/073225600_1787012088-Untitled.jpg)
Perbesar
Sementara itu, pemerintahan Trump menandatangani tiga pengumuman untuk memberlakukan tarif tambahan 50% terhadap berbagai barang Kanada pada Juli, sebuah tanggapan yang menurut mereka disebabkan oleh diskriminasi perdagangan terhadap berbagai produk dan industri AS seperti kendaraan bermotor, minuman beralkohol, dan produk susu.
Tarif tersebut diatur dalam Pasal 338 Undang-Undang Tarif 1930, yang memberikan presiden wewenang untuk menerapkan tarif hingga 50% terhadap barang-barang dari negara yang terbukti mendiskriminasi AS, dan yang belum pernah digunakan sejak 1949.
Kegagalan dalam kesepakatan ini semakin memperumit hubungan yang sudah tegang antara AS dan Kanada. Kedua belah pihak sebelumnya telah berunding terkait pakta perdagangan trilateral mereka dengan Meksiko, yang dikenal sebagai USMCA, yang tidak diperpanjang pada Juli karena khawatir akan defisit perdagangan AS, sebuah kesepakatan yang dianggap terbaik yang pernah dibuat oleh Trump.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331913/original/077258100_1787583648-66127054-da1b-43b2-bfb5-313ef6029d1c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331879/original/037223800_1787576630-email-attachment_2026_08_24_immanuel-christian_luke-mahony-ungkap-peran-dsi-dalam-ekspor-dan-perekonomian_IMG_6651.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3157653/original/056908700_1592573961-Antri_di_Mall.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329274/original/007855800_1787233764-5415.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299141/original/036414800_1753783117-IMG-20250729-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331172/original/000459200_1787498492-Elmin_Roizer_Damanik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328518/original/044012200_1787197133-email-attachment_2026_08_20_ariefhakim-at-klyid_puluhan-ribu-ton-beras-disiapkan-buat-korban-gempa-ntt-amran-sulaiman-tak-boleh-ada-kelaparan_1000414438.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/964457/original/009108200_1440388451-tugu-khatulistiwa-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2380737/original/017235400_1539242693-BCA_finance_1-ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527509/original/076610100_1773205099-foto4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330660/original/013579300_1787400166-IMG_8105.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331058/original/030451000_1787475088-e6d4baaa-fc79-4ec1-bba8-a8e8e8f13c20.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331062/original/000415100_1787475556-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_15.50.53.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331033/original/090468600_1787471624-3a30dd03-f859-41fe-a3d6-5b0276ebca70.jpeg)


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081368/original/035536900_1657165361-Gaya_David_Beckham_saat_Nonton_Tenis_Wimbledon_2022-AP-1.jpg)










