Galatasaray vs Juventus: Babak Kedua yang Sangat Sulit Diterima

2 weeks ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Galatasaray vs Juventus pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 menghadirkan cerita pahit bagi tim tamu. Juventus tumbang 2-5 setelah kehilangan kendali permainan pada babak kedua di Istanbul.

Babak pertama berjalan ketat dengan pola saling balas gol yang memperlihatkan kualitas dua tim. Juventus bahkan sempat unggul 2-1 melalui dua gol Teun Koopmeiners sebelum turun minum.

Keadaan berubah drastis setelah jeda ketika Galatasaray tampil agresif dan memanfaatkan celah di pertahanan lawan. Situasi ini menjadi pukulan mental bagi Juventus yang gagal menjaga stabilitas permainan hingga akhir laga.

Babak Kedua Jadi Titik Balik Laga

Noa Lang membuka kebangkitan Galatasaray lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-49. Davinson Sanchez kemudian membawa tuan rumah berbalik unggul sepuluh menit berselang.

Petaka bagi Juventus datang pada menit ke-67 saat Juan Cabal menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan 10 orang membuat Juventus kesulitan mengimbangi tekanan Galatasaray.

Keunggulan jumlah pemain dimaksimalkan Galatasaray dengan mencetak dua gol tambahan melalui Noa Lang dan Sacha Boey. Skor akhir 5-2 menutup laga dengan dominasi penuh tuan rumah pada paruh kedua pertandingan.

Pengakuan Jujur Pierre Kalulu

Pierre Kalulu menilai kekalahan ini tidak bisa ditutupi dengan alasan apa pun. Ia mengakui kesalahan sendiri menjadi awal dari runtuhnya permainan Juventus.

“Gol-gol terus datang dari kesalahan kami sendiri, tetapi yang paling sulit diterima adalah performa babak kedua secara keseluruhan,” ujar Kalulu kepada Sky Sport Italia. “Bahkan dengan kartu merah, kami tidak seharusnya memberi mereka begitu banyak peluang mencetak gol.”

Bek asal Prancis itu menegaskan timnya harus segera mengevaluasi apa yang terjadi. “Kami harus mencari tahu apa yang salah malam ini, tetapi dalam sepak bola, kami harus cepat bangkit untuk pertandingan berikutnya,” katanya.

Tanpa Alibi dan Fokus ke Masa Depan

Juventus datang ke laga ini dengan kondisi skuad yang tidak ideal setelah Gleison Bremer mengalami cedera di babak pertama. Mereka juga kehilangan Jonathan David, Emil Holm, dan Dusan Vlahovic.

Kalulu menolak menjadikan kelelahan sebagai alasan kekalahan besar tersebut. “Anda tidak bisa bersembunyi di balik kelelahan saat bermain di Liga Champions, karena itulah kenyataannya hari ini,” tuturnya.

Bek Juventus itu juga memilih tidak terjebak pada polemik masa lalu terkait kartu merah yang ia terima di Serie A. “Pertandingan itu sudah lewat dan kami harus melihat ke depan, karena fokus saya sekarang hanya pada lapangan,” ucap Kalulu.

Hasil laga Galatasaray vs Juventus ini menempatkan wakil Italia pada posisi sulit menjelang leg kedua. Juventus wajib menang dengan selisih besar jika ingin menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.

Sumber: Football Italia

Galatasaray vs Juventus: 2 Gol yang Terasa Hambar

Read Entire Article
Bisnis | Football |