Hungaria Akan Keluar ICC Usai Sambut Kunjungan Netanyahu

1 day ago 6

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 16:00 WIB

Hungaria akan keluar dari Mahkamah Pidana Internasional usai terima kunjungan PM Israel Benjamin Netanyahu yang jadi buronan ICC. Hungaria akan keluar dari Mahkamah Pidana Internasional usai terima kunjungan PM Israel Benjamin Netanyahu yang jadi buronan ICC. (AFP/Attila Kisbenedek)

Jakarta, CNN Indonesia --

Hungaria akan menarik diri dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) setelah menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kabar itu dikonfirmasi pemerintah Hungaria pada Rabu (2/4) waktu setempat.

Negara Eropa Tengah itu, kepada CNN, menyatakan akan keluar pada hari yang sama ketika PM Hungaria Viktor Orban menyambut Netanyahu di Budapest.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hungaria yang masuk keanggotaan ICC seharusnya menangkap Netanyahu yang menjadi buronan berdasarkan surat perintah penangkapan terhadap PM Israel itu pada Mei 2024.

Namun, kewajiban itu justru diabaikan Hungaria usai Netanyahu disambut Viktor Orban ketika tiba di Budapest.

Jika penarikan diri itu resmi diputuskan, Hungaria akan menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang tidak menjadi bagian dari ICC. Negara tersebut juga berpotensi masuk barisan yang tidak terikat ICC, mengikuti Israel, Amerika Serikat, China, Rusia, Arab Saudi, dan negara-negara lain.

[Gambas:Video CNN]

Benjamin Netanyahu melawat ke Hungaria meski statusnya masih menjadi buronan ICC atas dugaan kejahatan perang dan genosida di Gaza.

Menteri Pertahanan Hungaria berkata Netanyahu tiba pada Kamis (3/4). Ia disambut PM Orban usai tiba di Bandar Udara Internasional Budapest Ferenc Liszt sekitar pukul 02.30 waktu setempat.

Netanyahu dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Orban dan konferensi pers bersama sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Orban menyampaikan undangan pada Netanyahu pada November lalu atau sehari usai ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kali pertama PM Netanyahu menginjakkan kaki di tanah Eropa sejak ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Pengadilan menyatakan mereka memiliki alasan yang memadai untuk meyakini bahwa Netanyahu bertanggung jawab secara pidana atas kejahatan perang.

Kejahatan itu termasuk "kelaparan sebagai metode peperangan" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya."

(frl/chri)

Read Entire Article
Bisnis | Football |