Ide Josep Guardiola Untuk Berantas Tindakan Rasis: Naikkan Gaji Guru!

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Josep Guardiola, memberikan masukan brilian untuk mencegah aksi rasis terulang kembali, seperti yang terjadi di laga Benfica vs Real Madrid di Portugal.

Laga leg pertama playoff fase gugur Liga Champions 2025/2026 antara Benfica dan Real Madrid di Stadio o Dragao, Rabu (18/02/2026), tercoreng insiden panas. Duel yang seharusnya menjadi panggung sepak bola justru diwarnai dugaan aksi rasisme terhadap Vinicius Junior.

Ketegangan memuncak saat bintang Real Madrid itu merayakan gol dan terlihat memprovokasi pendukung tuan rumah. Situasi semakin rumit ketika Vinicius kemudian berlari ke arah wasit dan menuding pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan kata-kata rasis.

Pertandingan bahkan sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah protokol anti-rasisme UEFA diaktifkan. Vinicius disebut hendak meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes sebelum akhirnya situasi mereda.

UEFA kini tengah menyelidiki insiden tersebut. Sementara itu pihak Prestianni membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya

Guardiola: Rasisme Terjadi di Mana-Mana

Guardiola dimintai tanggapan jelang laga Manchester City menghadapi Newcastle akhir pekan ini. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa persoalan rasisme bukan hanya milik dunia sepak bola semata.

Dalam konferensi persnya, ia mengingatkan bahwa isu tersebut sudah mengakar di masyarakat luas. Guardiola menekankan bahwa asal-usul atau warna kulit tidak pernah menjadi ukuran nilai seseorang.

"Saya sudah mengatakannya minggu lalu. Bukan karena tempat kelahiran Anda atau warna kulit Anda yang membuat kita lebih baik atau lebih buruk,” ucapnya, dikutip dari GBNews. Pernyataan itu menegaskan posisinya yang konsisten dalam memerangi diskriminasi.

Ia juga menambahkan bahwa perjuangan melawan rasisme masih jauh dari kata selesai. "Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini ada di masyarakat, bukan [hanya] di sepak bola."

Guardiola bahkan memperluas makna rasisme sebagai bentuk perilaku merasa lebih unggul dari orang lain. "Rasisme ada di mana-mana. Apakah Anda berpura-pura bahwa rasisme hanya terkait warna kulit? Perilaku Anda adalah rasisme. Itu adalah bagaimana Anda berpura-pura lebih baik daripada orang lain hanya karena berbagai alasan."

Solusi Brilian Guardiola: Naikkan Gaji Guru!

Ketika ditanya bagaimana cara konkret mengatasi persoalan tersebut, Guardiola memberikan jawaban yang tak biasa. Ia tidak menyoroti hukuman atau regulasi semata, melainkan akar pendidikan.

Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari sekolah dan sistem pembelajaran. Ia percaya bahwa pendidikan memegang kunci untuk membentuk karakter generasi masa depan.

"Sekolah-sekolah. Berikan bayaran lebih besar kepada para guru. Begitulah cara Anda mengatasinya," tegas pelatih asal Spanyol ini.

Guardiola bahkan menilai profesi tertentu harus lebih dihargai secara sosial dan finansial. "Di sekolah-sekolah, bukan di sepak bola. Para guru dan doktor harus menjadi yang terbaik, orang-orang terpenting dalam masyarakat, jauh lebih penting. Bukan para manajer."

Di tengah penyelidikan UEFA atas insiden yang melibatkan Vinicius dan Prestianni, pernyataan Guardiola menghadirkan perspektif berbeda. Ia menegaskan bahwa solusi jangka panjang tak cukup dengan sanksi, melainkan membutuhkan perubahan mendasar lewat pendidikan.

(GBNews)

Anthony Gordon Sebut Rumor Arsenal & Liverpool Cuma ‘Omong Kosong’!

Read Entire Article
Bisnis | Football |