Ini Alasan Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali

8 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kepastian venue Piala Presiden 2026 akhirnya diumumkan panitia penyelenggara. Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan semifinal dan final turnamen pramusim bergengsi tersebut.

Keputusan ini mengakhiri berbagai spekulasi mengenai kota yang akan menjadi tuan rumah fase akhir Piala Presiden 2026. Sebelumnya, Bandung dan Surabaya yang menggelar pertandingan fase grup juga disebut-sebut berpeluang menjadi penyelenggara semifinal dan final.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, dalam sesi jumpa pers di Surabaya, Minggu (2/8) siang WIB. Penetapan Bali dilakukan setelah panitia melakukan berbagai pertimbangan bersama PSSI.

Dengan keputusan tersebut, empat tim semifinalis akan melanjutkan persaingan di Pulau Dewata. Bali menjadi panggung penentuan untuk memperebutkan tiket menuju partai puncak sekaligus gelar juara Piala Presiden 2026.

Keamanan Jadi Pertimbangan Utama

Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa Surabaya sebenarnya sempat menjadi pilihan utama untuk menggelar semifinal dan final. Antusiasme masyarakat selama fase grup menjadi salah satu alasan kuat munculnya opsi tersebut.

Namun, setelah melalui proses pembahasan dan mendapat persetujuan dari Ketua PSSI, Erick Thohir, panitia akhirnya memutuskan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan babak empat besar hingga final.

"Kita putuskan, semifinal dan final Piala Presiden 2026 digelar di Bali," ucap Maruarar Sirait.

"Tentu pertimbangan keamanan adalah pertimbangan nomor satu karena keselamatan dan keamanan itu penting sekali," kata sosok yang menjabat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut.

Surabaya Tetap Mendapat Apresiasi

Meski tidak terpilih sebagai tuan rumah fase akhir, Maruarar tetap memberikan apresiasi terhadap Surabaya. Menurutnya, kota tersebut telah menunjukkan atmosfer sepak bola yang sangat positif sepanjang turnamen berlangsung.

Ia juga mengakui kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat Surabaya yang memberikan dukungan besar terhadap penyelenggaraan Piala Presiden 2026. Karena itu, Surabaya tetap memiliki peluang menjadi tuan rumah pada kesempatan berikutnya.

"Kita juga ingin suatu saat di Surabaya. Saya senang sekali dengan kota ini. Ini kota yang penuh sejarah perjuangan. Menurut saya aman, bersih, dan penuh semangat. Jadi ada aura semangat," tegas pria 56 tahun tersebut.

Selain mengumumkan venue, Maruarar juga menyampaikan pesan kepada seluruh panitia agar tetap fokus menyukseskan penyelenggaraan turnamen.

"Ke Bali untuk bekerja dan juga liburan. Bekerja dulu sampai beres, ya panitia. Kalau bekerja sudah beres baru liburan. Jangan liburan dulu," sambung Maruarar Sirait.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Tak Cemas Permainan Keras Vietnam, Rizky Ridho: Sekarang Ada VAR Jadinya Aman

Read Entire Article
Bisnis | Football |