Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions, Del Piero: Bodo/Glimt Luar Biasa, Nerazzurri Pasif!

1 week ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Mimpi Inter Milan di Liga Champions 2025/2026 resmi berakhir pahit di depan pendukungnya sendiri. Menjamu Bodo/Glimt pada leg kedua playoff di Giuseppe Meazza, Rabu (25/02/2026), Nerazzurri justru kembali menelan kekalahan.

Inter datang dengan misi membalikkan defisit usai tumbang 1-3 di leg pertama di Norwegia. Namun yang terjadi, mereka malah takluk lagi dan harus tersingkir dengan agregat telak 2-5.

Tim tamu tampil tanpa beban dan mampu mencuri keunggulan lewat Jens Petter Hauge pada menit ke-58. Situasi semakin sulit bagi tuan rumah setelah Hakon Evjen menggandakan skor pada menit ke-72.

Inter hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Alessandro Bastoni. Gol tersebut tak cukup menyelamatkan mereka dari kegagalan melangkah ke fase berikutnya.

Bodo/Glimt Dipuji Tampil Luar Biasa

Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, tidak ragu memberikan kredit besar kepada Bodo/Glimt atas performa mereka. Berbicara di Sky Sport, ia menilai tim Norwegia itu pantas lolos.

Menurutnya, Bodo/Glimt menunjukkan kualitas kolektif yang sangat solid sepanjang dua leg. Mereka tampil disiplin, percaya diri, dan tahu bagaimana memanfaatkan momentum.

Del Piero secara khusus menyoroti kerja sama tim dan mentalitas para pemain Bodo/Glimt. Ia melihat ada energi dan keyakinan yang membuat mereka mampu menekan Inter di laga sebesar ini.

“Bodo memainkan pertandingan yang luar biasa, kerja sama tim, keinginan, dan semangat mereka terhadap olahraga membuat perbedaan,” kata Del Piero, via Football Italia.

“Tetapi Inter terlalu pasif. Ini adalah pertandingan yang dimenangkan dengan melakukan sesuatu yang lebih dari rata-rata, dan malam ini Inter memainkan pertandingan rata-rata. Seringkali itu sudah cukup bagi mereka, tetapi malam ini semuanya salah," tuturnya.

Inter Dinilai Gagal Manfaatkan Dukungan 80 Ribu Suporter

Di sisi lain, Del Piero juga menyoroti kegagalan Inter Milan memaksimalkan keunggulan tampil di kandang sendiri. Atmosfer stadion sebenarnya sangat mendukung bagi tuan rumah.

Puluhan ribu suporter memadati Giuseppe Meazza dan siap memberikan dorongan penuh sejak menit pertama. Sayangnya Inter tak bisa memotivasi para fans itu untuk memberikan dukungan ekstra.

“Ada 80.000 orang di sana, hanya butuh sesaat untuk membangkitkan semangat penonton seperti itu,” katanya. “Performa mereka, tidak sepenuhnya lesu tetapi tanpa sesuatu yang ekstra, membuat Anda berpikir ulang. Sayang sekali, karena Inter memiliki kemampuan untuk lolos.”

(Football Italia)

Cristian Chivu Ungkap Penyebab Inter Milan Gagal Lanjut di Liga Champions

Read Entire Article
Bisnis | Football |