Jika Chelsea Dapat Empat Hasil Negatif, Tamatlah Kisah Liam Rosenior di Stamford Bridge

2 weeks ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Awal kiprah Liam Rosenior bersama Chelsea terbilang menjanjikan dan langsung mencuri perhatian publik Stamford Bridge. Pelatih berusia 41 tahun itu sukses menjaga tim tetap tak terkalahkan dalam lima laga liga pertamanya di Premier League.

Ia juga mampu mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions dan membawa Chelsea tampil solid di kompetisi domestik. Sebanyak 13 dari 15 poin Liga Premier berhasil diraih dalam masa awal kepemimpinannya.

Transisi dari era Enzo Maresca berjalan relatif mulus di bawah komando Rosenior. Bahkan kemenangan tandang impresif di Napoli memastikan Chelsea finis di delapan besar fase liga Liga Champions.

Meski sempat tersandung kekalahan tipis dari Arsenal di semifinal Piala Carabao dan ditahan imbang Leeds setelah unggul dua gol, Chelsea langsung bangkit. Kemenangan telak atas Hull di Piala FA menjadi bukti bahwa momentum positif masih terjaga.

Petit Minta Chelsea Percaya pada Rosenior

Legenda Prancis, Emmanuel Petit, menilai awal yang bagus belum tentu menjamin prestasi bagi Rosenior di Stamford Bridge. Ia menyoroti budaya perubahan cepat yang selama ini terjadi di tubuh Chelsea.

Menurut Petit, kunci kesuksesan sebuah klub adalah stabilitas dan konsistensi dalam proyek jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pergantian pemain dan manajer yang terlalu sering hanya akan menghambat peluang meraih trofi.

"Bisakah Liam Rosenior memenangkan gelar Liga Inggris bersama Chelsea? Mereka telah mengganti pemain setiap tahun. Jadi konsistensi dan stabilitas sangat penting jika Anda ingin memenangkan sesuatu," kata Petit, seperti dikutip dari Goal.

"Anda harus tetap bersama para pemain Anda, memiliki visi, dan tetap berpegang teguh padanya. Tidak masalah jika Anda melewati terowongan gelap, Anda harus tetap berpegang teguh padanya. Anda harus percaya padanya. Anda harus mengirim pesan ke ruang ganti, apa pun yang terjadi di lapangan, bahkan jika kita mendapatkan hasil buruk, kita tetap berpegang pada ide-ide kita. Liverpool melakukan itu, dan mereka memenangkan trofi. City melakukan itu, dan mereka memenangkan trofi. Arsenal telah melakukan itu selama bertahun-tahun sekarang dan tidak jauh dari memenangkannya. Kita akan lihat di akhir musim," tuturnya.

Meski meminta kesabaran, Petit juga mengingatkan keras tentang realitas keras di Chelsea. Ia menyebut klub London barat itu sebagai lingkungan yang bisa berubah drastis hanya dalam hitungan pekan. Menurutnya, tekanan di klub-klub besar seperti Manchester United, Totttenham, dan Chelsea membuat kursi pelatih selalu dalam ancaman. Tradisi pergantian manajer yang cepat menjadi cerminan betapa tipisnya batas antara sukses dan pemecatan. Petit bahkan secara gamblang menyebut angka spesifik terkait potensi bahaya bagi Rosenior. Ia menilai rentetan beberapa hasil negatif saja bisa langsung mengakhiri masa jabatan sang pelatih. "Lihat Manchester United, lihat Spurs, lihat Chelsea, semua klub itu. Mereka sudah berkali-kali mengganti pemain dan manajer. Dan tiba-tiba Anda ingin mereka memenangkan gelar?" seru pria Prancis ini. "Dan Anda bertanya kepada saya apakah Liam Rosenior mampu memenangkan gelar bersama Chelsea? Saya tidak yakin apakah ia akan tetap menjadi manajer dalam 10 bulan ke depan. Jika ia mengalami tiga atau empat hasil buruk berturut-turut, saya tidak akan terkejut jika dewan direksi memecatnya," seru eks pemain Arsenal tersebut. (Goal)

Read Entire Article
Bisnis | Football |