Joan Laporta Pimpin Barcelona Lagi, Mungkinkan Messi Kembali?

2 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Joan Laporta telah kembali terpilih sebagai Presiden FC Barcelona setelah memenangkan pemilihan pada Minggu, 15 Maret 2026. Kemenangan ini menandai kelanjutan kepemimpinannya di klub Catalan dan segera setelah pengumuman hasil, Laporta langsung menyinggung nama Lionel Messi.

Dalam pernyataan pertamanya, Laporta menegaskan bahwa pintu bagi Lionel Messi untuk kembali ke Barcelona akan selalu terbuka. Pernyataan ini sontak menyulut kembali spekulasi mengenai masa depan bintang Argentina tersebut, yang meninggalkan klub pada tahun 2021 dalam situasi yang emosional dan dianggap belum mendapatkan perpisahan yang layak.

Laporta, yang akan resmi menjabat kembali pada 1 Juli 2026, berjanji untuk membangun tim yang hebat dan fokus pada penyelesaian proyek pembangunan kembali stadion Camp Nou. Visi ini diharapkan dapat membawa kembali kejayaan klub serta memberikan kejelasan mengenai potensi kembalinya salah satu pemain terhebat dalam sejarah mereka.

Kemenangan Gemilang Joan Laporta dan Mandat Baru

Joan Laporta berhasil memenangkan pemilihan presiden FC Barcelona pada Minggu, 15 Maret 2026, dengan perolehan suara yang sangat signifikan. Ia meraih 68,18% dari total 48.480 suara anggota klub, mengalahkan pesaing utamanya, Victor Font.

Kemenangan telak ini memperpanjang masa jabatannya hingga tahun 2031, memberikan mandat kuat bagi Laporta untuk melanjutkan program dan visinya bagi klub. Ini merupakan kali pertama sejak 1997 presiden petahana terpilih kembali. Laporta secara resmi akan kembali menjabat pada 1 Juli 2026, melanjutkan periode kepemimpinannya yang penuh tantangan dan harapan.

Sinyal Kuat untuk Lionel Messi: Pintu Camp Nou Terbuka

Setelah kemenangannya, Joan Laporta langsung menyampaikan pesan khusus kepada Lionel Messi, menyatakan bahwa Barcelona akan selalu membuka pintu untuknya. “Leo akan tetap terhubung dengan Barcelona melalui cara apa pun yang dia inginkan,” kata Laporta kepada TV3.

>Laporta juga menekankan bahwa Messi layak mendapatkan pertandingan penghormatan dan juga patung di stadion Camp Nou. Saat ini, hanya Ladislao Kubala dan Johan Cruyff yang memiliki patung di stadion klub, menunjukkan betapa istimewanya penghargaan yang diusulkan untuk Messi. Laporta menegaskan bahwa Messi dapat kembali atau berkolaborasi dengan klub dalam peran apa pun yang ia pilih, melambangkan upaya rekonsiliasi dan penghormatan terhadap warisan sang legenda.

Kepergian Lionel Messi dari Barcelona pada tahun 2021 terjadi dalam situasi yang sangat emosional dan dianggap belum mendapatkan momen perpisahan yang layak. Hubungan antara Laporta dan Messi menjadi topik hangat selama masa kampanye pemilihan presiden, terutama karena Laporta juga menjabat saat Messi pergi. Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, sempat mengkritik Laporta, menuduhnya menghalangi kepulangan Messi pada tahun 2023. Xavi mengklaim bahwa Laporta sengaja memveto kepulangan Messi meskipun La Liga telah memberikan lampu hijau, karena Laporta tidak ingin adanya 'perang kekuasaan' jika Messi kembali. Meskipun ada kontroversi ini, Messi memilih untuk tetap diam dan tidak terlibat dalam perdebatan politik klub. Messi sendiri telah mencetak 672 gol dalam 778 pertandingan untuk FC Barcelona, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub dan pemain terhebat dalam sejarah mereka.

Read Entire Article
Bisnis | Football |