Jurus BI Jaga Stok Uang Tunai Jelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri

1 week ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Bank Indonesia memastikan pasokan uang rupiah berada pada level yang aman dan mencukupi. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi dan tradisi masyarakat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali menegaskan bahwa kesiapan rupiah tidak hanya diukur dari jumlah, tetapi juga mencakup ketepatan waktu distribusi serta kualitas fisik uang yang beredar di masyarakat.

"Bank Indonesia terus memastikan bahwa penyediaan ruang rupiah kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup, kemudian waktunya tepat, kemudian pecahannya sesuai dengan kualitas yang terjaga kepada masyarakat. Ini juga dilakukan dalam periode Ramadan dan Idul Fitri yang akan kita hadapi,” kata Ricky dalam Konferensi Pers RDG Januari 2026, ditulis Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, BI secara konsisten melakukan perencanaan agar penyediaan uang tunai dapat menjangkau masyarakat pada saat yang dibutuhkan, dengan komposisi pecahan yang sesuai dan kondisi uang yang layak edar.

"Bank Indonesia telah menyiapkan ruang rupiah dalam stok jumlah yang memadai untuk memenuhi kegiatan ekonomi yang terjadi nanti di Ramadan dan Idul Fitri," ujarnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi BI dalam memastikan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri tetap berjalan lancar, tanpa terganggu oleh keterbatasan alat pembayaran tunai.

Program Serambi Diperluas hingga Wilayah 3T

Selain menjaga pasokan, BI kembali menghadirkan program penukaran uang khusus Ramadan dan Idul Fitri melalui kegiatan bertajuk Serambi atau Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri. Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh uang pecahan kecil.

“Terus untuk khusus bulan Ramadan dan Idul Fitri untuk menghuni kebutuhan penukaran uang, uang kecil biasanya dilakukan oleh masyarakat. Bank Indonesia melaksanakan suatu event kegiatan yang kami sebut dengan Serambi. Serambi ini adalah semarak rupiah Ramadan dan berkah Idul Fitri," jelasnya.

Adapun untuk tahun ini, layanan penukaran diproyeksikan meningkat seiring kondisi ekonomi dan sosial yang dinilai cukup positif. BI pun memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan terpencil (3T) agar akses masyarakat semakin merata.

"Nah, penukaran ini juga kita lakukan menyambut atau mencapai ke daerah 3T yaitu terluar, terdepan, dan terpencil. Pada tahun ini penukaran kita perkirakan akan mengalami peningkatan karena pertumbuhan ekonomi dan kondisi sosial yang baik," ujarnya.

BI Gandeng 46 Kantor Perwakilan Seluruh Indonesia

Guna merealisasikan program tersebut, Bank Indonesia akan melibatkan 46 kantor perwakilan di berbagai daerah serta memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan. Pada tahun ini, layanan penukaran uang dirancang lebih optimal, baik dari sisi ketersediaan dana tunai maupun kemudahan akses yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ricky menjelaskan, penguatan layanan ini diarahkan agar masyarakat dapat menjalani rangkaian ibadah Ramadan tanpa hambatan dan menyambut Idul Fitri dengan rasa nyaman dan aman.

“Ini semua kita lakukan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah Ramadan dengan baik dan merayakan Idul Fitri dengan indah,” pungkasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |