Karier Rafael Struick, dari Akademi Belanda hingga Menjadi Ujung Tombak Dewa United

2 months ago 29

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan karier Rafael William Struick menjadi kisah menarik dalam perkembangan sepak bola Indonesia modern. Pemain berdarah Belanda–Indonesia ini telah melewati berbagai fase penting, mulai dari pembinaan di akademi Eropa hingga menjadi bagian vital skuad Garuda di level internasional.

Lahir di Leidschendam, Belanda, pada 27 Maret 2003, Struick kini dikenal sebagai sosok yang menginspirasi banyak pemain muda. Keputusannya memilih Indonesia sebagai tanah air sepak bolanya bukan sekadar urusan teknis, melainkan wujud kecintaan terhadap akar keturunan yang membentuk jati dirinya.

Awal Mula Karier di Negeri Kincir Angin

Rafael Struick tumbuh dalam keluarga multikultural. Ayahnya, Brian Struick, adalah warga negara Belanda keturunan Indonesia, sementara ibunya, Soraya Noraly Soedito, memiliki garis darah Suriname dan Jawa. Nenek dari pihak ayah, Eleonora Fredrika Rientsma Struick, lahir di Semarang pada 24 April 1952. Silsilah ini menjadi bukti kuat akar Indonesia dalam keluarga Struick.

Sejak kecil, bakat sepak bolanya sudah terlihat jelas. Ia menimba ilmu di akademi Forum Sport, lalu bergabung dengan RKAVV Leidschendam pada 2020. Perkembangan teknik dan kecerdasannya di lapangan membuatnya dilirik oleh klub profesional ADO Den Haag, tempat yang menjadi titik penting dalam kariernya.

Di akademi ADO Den Haag, Struick menempuh jalur pembinaan disiplin khas Belanda: fokus pada teknik dasar, efisiensi pergerakan, dan pemahaman taktik. Ia kemudian mendapat kontrak profesional pada Juni 2022 dan menjalani debut di Eerste Divisie pada 6 Mei 2022.

Tantangan di Luar Negeri

Performa menjanjikan Struick membuatnya dikenal sebagai pemain muda potensial. Ia kerap dimainkan sebagai penyerang tengah maupun winger kiri. Musim pertamanya di Den Haag berbuah positif dengan 25 penampilan, 5 gol, dan 8 assist — statistik yang menegaskan kapasitasnya sebagai penyerang kreatif.

Namun, Struick tak berhenti di situ. Ia kemudian melanjutkan karier ke Brisbane Roar di A-League Australia pada musim 2024/2025. Meski hanya mencetak satu gol dari sepuluh pertandingan, pengalaman di liga dengan intensitas tinggi itu memperkuat mentalitasnya. Selama berkarier di Australia, Struick belajar bagaimana bertahan dan menyerang dalam tempo cepat. Dari situ ketangguhan di dalam lapangan mulai terbentuk. 

Setelah kontraknya berakhir di Brisbane, Rafael menjadi pemain bebas transfer dan menarik perhatian sejumlah klub Asia. Namun, pilihan hatinya justru jatuh pada Indonesia, tanah leluhurnya yang kini juga menjadi rumah barunya.

Bergabung dengan Dewa United

Pada bulan Juli 2025, babak baru dalam perjalanan karier Struick dibuka. Dewa United Banten FC secara resmi mengumumkan perekrutan sang penyerang. Ini menjadi pengalaman baru bagi Struick dalam mengarungi Liga Indonesia.

Pelatih kepala Jan Olde Riekerink disebut menjadi figur penting di balik proses transfer tersebut. Ia terbang langsung ke Belanda untuk meyakinkan Struick agar bergabung. Dalam diskusi empat mata, Riekerink menegaskan peran sentral Struick sebagai ujung tombak proyek jangka panjang Dewa United.

Kontrak berdurasi tiga tahun menandai keseriusan kedua pihak. Struick pun segera bergabung dalam pemusatan latihan di Bogor pada akhir Juli 2025 dan menunjukkan adaptasi cepat. Dalam laga uji coba melawan Sriwijaya FC, ia berkontribusi besar dalam kemenangan 4-0. 

Perjalanan Bersama Timnas Indonesia

Rafael Struick resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 22 Mei 2023, bersamaan dengan Ivar Jenner. Hanya berselang tiga minggu, ia mencatatkan debut bersama Timnas Indonesia dalam laga FIFA Matchday melawan Palestina pada 14 Juni 2023.

Bersama pelatih Shin Tae-yong, Struick tampil energik dan langsung mendapat kepercayaan tampil di berbagai level — U-20, U-23, hingga tim senior. Ia menjadi bagian penting dalam skuad yang nyaris membawa Indonesia U-23 lolos ke Olimpiade 2024.

Namun, momen paling berkesan datang lima hari setelah debutnya, ketika Indonesia menghadapi juara dunia 2022, Argentina, pada 19 Juni 2023. Meski laga berakhir dengan kekalahan 0–2, Struick mengaku pengalaman itu sebagai yang luar biasa dalam hidupnya.

Sejak saat itu, Struick menjadi wajah baru kebangkitan sepak bola nasional. Bahkan, ia juga menjadi andalan Timnas U-22 saat berlaga di Sea Games 2025 lalu.

Peran dan Prospek Masa Depan

Kepindahan ke Dewa United menjadi strategi karier cerdas bagi pemain berusia 22 tahun tersebut. Bermain reguler di kompetisi domestik membuatnya lebih mudah dipantau oleh tim nasional. 

Dewa United sendiri menaruh harapan besar. Dengan pengalaman Eropa dan gaya bermain modern, Struick diharapkan memperkuat efektivitas lini depan tim Banten Warriors. Dengan kreativitas dan naluri gol yang ia miliki, Rafael Struick siap menyulitkan pertahanan klub-klub Liga Indonesia.

Di sisi lain, Struick menatap masa depan dengan visi jelas. Ia ingin membawa Dewa United bersaing di papan atas dan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026. 

Pertanyaan dan Jawaban

1. Siapa Rafael Struick sebenarnya?

Rafael William Struick adalah pemain sepak bola berdarah Belanda–Indonesia yang kini bermain untuk Dewa United FC dan Timnas Indonesia, berposisi sebagai penyerang sayap atau striker.

2. Dari mana asal keturunan Indonesia-nya?

Ia memiliki darah Indonesia dari ayahnya, Brian Struick, dan garis keturunan Jawa–Suriname dari ibunya, Soraya Noraly Soedito.

3. Kapan Rafael Struick menjadi WNI?

Ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 22 Mei 2023 melalui proses naturalisasi PSSI.

4. Apa klub pertamanya di Indonesia?

Dewa United FC adalah klub profesional pertamanya di Indonesia, setelah menandatangani kontrak pada Juli 2025.

Read Entire Article
Bisnis | Football |