Kekalahan AC Milan dari Parma: Masalah di Kandang dan Kebetulan yang Terulang

3 weeks ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Laga AC Milan vs Parma di San Siro berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 yang memutus rekor tak terkalahkan Rossoneri di Liga Italia. Hasil ini menjadi pukulan karena terjadi di kandang sendiri dan diwarnai kontroversi keputusan VAR.

Milan menguasai jalannya pertandingan dengan dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang yang jauh lebih banyak. Akan tetapi, efektivitas menjadi persoalan utama karena tak satu pun peluang mampu dikonversi menjadi gol.

Gol kemenangan Parma lahir dari sundulan Mariano Troilo pada menit-menit akhir setelah tinjauan VAR. Namun, keputusan tersebut memicu kekecewaan publik San Siro yang merasa timnya kembali kehilangan poin penting di rumah sendiri.

Masalah Milan di Kandang

Statistik menunjukkan Milan meraih 25 poin dari 13 laga kandang musim ini, lebih rendah dibanding 29 poin dari jumlah pertandingan tandang yang sama. Perbedaan ini menegaskan bahwa San Siro justru belum menjadi tempat paling aman bagi mereka.

Dua kekalahan Milan di Serie A musim ini seluruhnya terjadi di kandang, yakni melawan Cremonese dan Parma. Fakta tersebut memperkuat gambaran bahwa tekanan bermain di depan pendukung sendiri belum sepenuhnya terkelola.

Dalam pertandingan terbaru, Milan mencatat 25 tembakan berbanding sembilan milik lawan serta unggul dalam peluang besar. Akan tetapi, dominasi angka tidak memberi arti tanpa penyelesaian akhir yang tajam.

Rafael Leao sempat mengenai tiang gawang dalam peluang paling simbolis dari kegagalan tersebut. Situasi ini menunjukkan bahwa detail kecil bisa mengubah arah pertandingan secara drastis.

Kekalahan ini juga menjadi laga kedua tanpa gol bagi Milan dalam 26 pertandingan liga terakhir. Sebelumnya, mereka hanya gagal mencetak gol saat bermain imbang 0-0 melawan Juventus pada awal Oktober.

Performa lini depan yang buntu membuat fokus tim kini bergeser dari perburuan gelar menuju target realistis. Milan harus menjaga posisi di papan atas demi mengamankan tiket Liga Champions.

Kebetulan Aneh yang Terulang saat Lawan Parma

Sejarah kembali mencatat Parma sebagai tim yang menghentikan rekor panjang Milan seperti yang terjadi pada 1993. Saat itu, rekor 58 laga tanpa kekalahan juga berakhir oleh klub asal Emilia tersebut.

Perbedaannya terletak pada akhir musim karena Milan tetap menjadi juara Serie A pada era tersebut. Kini, peluang Scudetto hampir tertutup karena jarak poin dengan Inter sudah mencapai dua digit. Parma juga mencatat tiga kemenangan beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak 2014. Pada periode itu, kemenangan ketiga juga terjadi saat bertandang ke San Siro menghadapi Milan dengan skor 4-2. Rangkaian kebetulan ini mempertegas bahwa pertemuan Milan vs Parma kerap membawa makna historis. Namun, makna tersebut kini lebih pahit bagi tuan rumah dibanding nostalgia kejayaan masa lalu. Perhatian Milan sekarang tertuju pada evaluasi permainan kandang dan konsistensi lini serang. Tanpa perubahan nyata, tekanan di San Siro berpotensi kembali menjadi penghalang langkah mereka. Pertandingan Milan vs Parma membuktikan bahwa statistik dan sejarah tidak selalu sejalan dengan hasil akhir. Dua hal yang tersisa bagi Milan adalah perbaikan detail dan kesadaran bahwa kebetulan aneh bisa terus terulang jika masalah lama tidak segera diselesaikan. Sumber: Sempre Milan

Read Entire Article
Bisnis | Football |