Konflik Barcelona: Xavi Ungkap 'Borok' Joan Laporta, Bersumpah Ogah Kembali ke Camp Nou

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Hubungan antara mantan pelatih Barcelona, Xavi, dengan Presiden klub Joan Laporta kembali memanas. Keduanya terlibat perang pernyataan setelah Xavi mengungkap sejumlah klaim kontroversial terkait kegagalan Lionel Messi kembali ke Barcelona pada 2023.

Dalam sebuah wawancara panjang bersama media Spanyol La Vanguardia, Xavi menuding Laporta sebagai sosok yang menggagalkan rencana kepulangan Messi ke Camp Nou. Menurutnya, proses untuk memulangkan megabintang asal Argentina itu sebenarnya sudah hampir rampung.

Xavi mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Messi beberapa bulan setelah sang pemain membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.

“Saya menghubunginya pada Januari 2023 setelah dia menjuarai Piala Dunia. Dia sangat antusias untuk kembali ke Barcelona,” kata Xavi.

Kasus Messi

Ia menjelaskan bahwa komunikasi dengan Messi berlangsung hingga Maret 2023. Bahkan, Xavi menyatakan bahwa secara prinsip kesepakatan sudah berada di jalur yang tepat.

“Saya mengatakan kepadanya: ‘Saat kamu memberi saya lampu hijau, saya akan memberi tahu presiden.’ Kami bahkan sudah mendapatkan izin dari LaLiga,” ujar Xavi.

Namun, menurut mantan gelandang legendaris tersebut, Laporta justru menghentikan rencana tersebut secara sepihak.

“Presiden berbohong tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Messi. Semua sudah siap, tetapi Laporta membatalkannya. Dia mengatakan kepada saya bahwa jika Messi kembali, akan ada perang kekuasaan dan dia tidak bisa mengizinkannya,” ungkap Xavi.

Ia juga menambahkan bahwa setelah keputusan tersebut, komunikasi dengan Messi tiba-tiba terputus. Xavi bahkan sempat menghubungi ayah Messi, Jorge Messi, untuk mencari penjelasan.

“Saya mencoba menelepon Leo, tetapi dia tidak menjawab. Saya lalu berbicara dengan ayahnya dan dia hanya mengatakan: ‘Bicaralah dengan presiden.’ Padahal semuanya sudah disiapkan. Itu seharusnya menjadi ‘tarian terakhir’ Messi di Barcelona, seperti kisah Michael Jordan,” katanya.

Sumpah Xavi

Xavi juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan kembali ke Barcelona dalam kapasitas apa pun di masa depan.

“Saya sudah memberikan segalanya sebagai pemain dan pelatih. Sekarang saya hanya ingin mengatakan yang sebenarnya. Messi tidak kembali karena Laporta tidak menginginkannya,” tegasnya.

Selain soal Messi, Xavi juga mengungkap bahwa keterbatasan finansial klub membuatnya kesulitan membangun skuad yang kompetitif. Ia menyebut salah satu rencananya mendatangkan gelandang Real Sociedad, Martin Zubimendi, ditolak oleh manajemen klub. Zubimendi sendiri kemudian bergabung dengan Arsenal dengan nilai transfer sekitar 55 juta poundsterling. Xavi juga menyoroti kepergian Jordi Cruyff dari posisi direktur olahraga sebagai simbol perubahan besar di internal klub. Menurutnya, nilai-nilai sepak bola yang diwariskan oleh Johan Cruyff perlahan memudar dari tubuh Barcelona. Pernyataan Xavi ini muncul hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden Barcelona digelar. Laporta sedang berusaha mempertahankan jabatannya dalam pemungutan suara yang akan berlangsung pada Minggu, bersaing dengan kandidat lain, Victor Font.

Read Entire Article
Bisnis | Football |