Korut Ancam Latihan AS-Korsel: Konsekuensinya Sangat Mengerikan

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara mengecam latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan yang akan berlangsung selama 10 hari di Semenanjung Korea.

Direktur Departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) sekaligus adik Pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong, menyebut latihan itu akan menghancurkan stabilitas di Asia Timur.

"Pengerahan kekuatan musuh di dekat wilayah kedaulatan dan keamanan negara kami bisa menyebabkan konsekuensi yang sangat mengerikan," kata Kim Yo Jong, dikutip media pemerintah Korut, Korea Central News Agency (KCNA), Selasa (10/3). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korsel dan AS menggelar latihan militer bertajuk Freedom Shield sejak 9 Maret di Semenanjung Korea. Latihan ini, menurut pengamatan Kim Yo Jong, melibatkan 18.000 personel.

Kim mengatakan kedua pasukan negara tersebut latihan pada siang dan malam di udara, laut, dan darat. Situasi ini membuat tidak nyaman pihak Pyongyang.

"Ini bukanlah permainan militer, tetapi latihan perang yang provokatif dan agresif dari mereka yang mensimulasikan dan merencanakan konfrontasi dengan Korea Utara," ucap Kim.

Kim juga mengritik penggunaan terminologi latihan militer 'tahunan' dan 'defensif' yang sering digunakan AS-Korsel. Apalagi latihan ini semacam aksi perang skala besar.

Pembenaran apa pun yang mereka buat dan bagaimana pun elemen latihan itu dikoordinasikan, kata Kim, sifat konfrontatif dari 'latihan perang skala besar' itu tak pernah berubah.

Kim turut menyinggung krisis geopolitik yang belakangan terjadi. Misalnya, Amerika Serikat dan sekutunya Israel, menggempur habis-habisan Iran. AS juga mengagresi Venezuela.

Krisis tersebut, katanya,membuktikan semua manuver militer yang akan dilakukan negara-negara musuh, tidak membedakan antara pertahanan dan serangan, pelatihan dan peperangan.

"Manuver tersebut harus ditumpas melalui serangan super-dahsyat dan preventif yang luar biasa, daripada tindakan responsif atau proporsional, agar kami sepenuhnya siap menghadapinya," ujar Kim.

Korut menganggap latihan militer AS-Korsel di Semenanjung Korea sebagai upaya invasi. Pemerintahan Kim biasanya akan menanggapi latihan militer itu dengan uji coba rudal. 

[Gambas:Video CNN]

(isa/abs)

Read Entire Article
Bisnis | Football |