Kylian Mbappe Merasa Terasing di Real Madrid, Vinicius Junior Dituding Jadi Pemicu

11 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kylian Mbappe kembali menjadi pembicaraan di lingkungan Real Madrid setelah muncul kabar mengenai situasi internal ruang ganti klub. Penyerang asal Prancis itu diklaim merasa tidak nyaman dengan kondisi yang terjadi sejak kedatangannya di Santiago Bernabeu.

Laporan dari program televisi Spanyol, El Chiringuito TV, mengungkap bahwa lingkaran terdekat Kylian Mbappe menuding Vinicius Junior berusaha menjadikan dirinya sebagai “tokoh antagonis” di dalam skuad. Situasi tersebut diyakini membuat hubungan kedua pemain mulai memanas.

Kylian Mbappe juga dikabarkan kecewa dengan perlakuan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan itu semakin besar setelah berbagai kontroversi terus mengiringi perjalanan sang pemain musim ini.

Hubungan Mbappe dan Vinicius Memanas

Kylian Mbappe sebelumnya menuai kritik usai melakukan perjalanan ke Italia saat menjalani masa pemulihan cedera, padahal perjalanan tersebut telah mendapatkan izin resmi dari pihak klub.

Kontroversi kembali muncul setelah Kylian Mbappe mengaku dirinya hanya menjadi “pilihan keempat di lini depan” era Arbeloa. Pernyataan itu memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan staf pelatih.

Kini, perhatian tertuju pada relasi Mbappe dengan Vinicius Junior di ruang ganti Real Madrid. Kedua pemain dinilai tengah terlibat persaingan internal terkait pengaruh, citra, dan status kepemimpinan di dalam tim.

Menurut laporan tersebut, kubu Kylian Mbappe percaya Vinicius ingin mengalahkannya dalam persaingan tersebut. Mereka juga merasa citra Mbappe sengaja dibuat negatif, baik secara publik maupun internal.

Situasi itu membuat hubungan keduanya belum berada dalam kondisi ideal. Di sisi lain, atmosfer ruang ganti Real Madrid memang sudah rapuh setelah musim yang penuh kontroversi dan ketidakstabilan.

Mbappe Merasa Sendirian di Real Madrid

Kylian Mbappe dikabarkan belum memiliki kedekatan kuat dengan kelompok pemain tertentu di Real Madrid. Ia memilih menjaga jarak dan tidak membangun kubu khusus sejak pertama datang ke klub.

Keputusan tersebut justru membuat Mbappe merasa sendirian ketika menghadapi tekanan besar. Sang penyerang juga merasa tidak banyak rekan setim yang siap memberikan dukungan secara terbuka.

Walau begitu, Kylian Mbappe masih memiliki dukungan penting dari presiden klub, Florentino Perez. Faktor tersebut diyakini menjadi perlindungan terbesar bagi pemain berusia 27 tahun itu di tengah situasi sulit.

Kondisi internal Real Madrid kini diperkirakan bakal terus menjadi perhatian menjelang musim baru. Jika situasi tidak segera membaik, spekulasi mengenai hubungan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior diprediksi semakin berkembang.

Sumber: Madrid Universal

Prediksi Freiburg vs Aston Villa: Perebutan Trofi Bersejarah di Istanbul

Read Entire Article
Bisnis | Football |