La Liga Selidiki Ulah Fans Osasuna ke Vinicius Junior: Dari Siulan hingga Teriakan Muerete

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - La Liga resmi membuka penyelidikan atas perilaku suporter Osasuna saat menjamu Real Madrid pada pekan ke-25, Minggu (22/2) dini hari WIB.

Dalam laga di Stadion El Sadar tersebut, perhatian tidak hanya tertuju pada hasil akhir 2-1 untuk tuan rumah. Sorotan justru mengarah pada perlakuan sebagian fans kepada Vinicius Junior.

Beberapa hari setelah menjadi korban insiden rasisme saat menghadapi SL Benfica, winger asal Brasil itu kembali mendapat perlakuan bermusuhan. Situasi ini memicu keprihatinan luas.

La Liga memastikan tengah menelaah rekaman video dan laporan resmi pertandingan. Liga ingin memastikan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin dan etika suporter.

Suasana Bermusuhan di El Sadar

Sepanjang pertandingan, Vinicius menjadi sasaran siulan keras dan nyanyian bernada menghina, sebagaimana dilaporkan The Athletic. Atmosfer stadion berubah menjadi tekanan psikologis bagi sang pemain.

Sebagian penonton terdengar menyanyikan 'Vinicius, balon de playa' sebagai sindiran atas posisinya yang finis kedua dalam perebutan Ballon d'Or 2024. Ejekan 'tonto' juga menggema dari tribun.

Yang lebih serius, La Liga mengonfirmasi tengah menyelidiki rekaman yang memperdengarkan teriakan 'Vinicius, muerete'. Jika terbukti, kasus ini berpotensi masuk kategori pelanggaran berat.

El Sadar sebelumnya memang memiliki rekam jejak bermasalah terkait Vinicius. Pada 2023, seorang suporter Osasuna terekam melakukan pelecehan rasial. Namun, pengadilan Pamplona pada 2024 menutup kasus tersebut karena pelaku tak teridentifikasi.

Real Madrid Fokus ke Eropa

Di tengah tekanan, Vinicius sempat membalas dengan performa di lapangan. Pada menit ke-73, ia mencetak gol usai menerima umpan Federico Valverde dan merayakannya dengan menunjuk namanya serta memberi gestur Saya di sini.

Namun, Osasuna memastikan kemenangan lewat gol Raul Garcia pada menit ke-90, setelah sebelumnya Ante Budimir mencetak gol penalti di babak pertama. Real Madrid pulang tanpa poin.

Kekalahan ini membuat tim asuhan Alvaro Arbeloa berada dalam tekanan di papan atas klasemen. Margin dengan pesaing terdekat menjadi semakin tipis. Namun, mereka punya fokus lain yakni leg kedua play-off 16 Besar Liga Champions.

“Saya harap ini tidak berarti apa-apa, karena kami akan berjuang untuk hidup kami lagi dalam empat hari. Sebuah tim menunjukkan kekuatannya di saat-saat sulit. Tidak ada ruang untuk keraguan,” kata Arbeloa.

Sumber: Madrid Universal

Alvaro Arbeloa Telepon Tengah Malam ke Florentino Perez Usai Real Madrid Tumbang dari Osasuna

Read Entire Article
Bisnis | Football |