Lamine Yamal Bakal Jadi Penghangat Bangku Cadangan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026

6 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Cedera yang dialami Lamine Yamal menjadi pukulan bagi FC Barcelona di fase akhir musim. Winger muda itu harus menepi akibat masalah hamstring yang cukup serius.

Absennya Yamal hingga akhir kompetisi domestik langsung memicu kekhawatiran besar. Terutama karena ia diproyeksikan menjadi salah satu andalan Timnas Spanyol dalam waktu dekat.

Situasi ini membuat staf pelatih mulai memikirkan ulang strategi mereka. Kebugaran sang pemain menjadi prioritas utama menjelang turnamen besar.

Meski diprediksi pulih tepat waktu, Spanyol tampaknya tak ingin mengambil risiko. Pendekatan hati-hati mulai disiapkan demi menjaga kondisi Yamal tetap optimal.

Rencana Mengejutkan: Yamal Disiapkan dari Bangku Cadangan

Laporan dari media Spanyol, Sport, via Goal, mengungkap adanya perubahan pendekatan terhadap Yamal. Ia disebut-sebut tidak akan langsung menjadi starter di awal turnamen.

Pelatih Luis de la Fuente mempertimbangkan penggunaan sang pemain secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko cedera kambuhan di fase krusial.

Dalam skenario tersebut, Yamal kemungkinan besar akan tampil sebagai pemain pengganti di fase grup. Perannya difokuskan sebagai pembeda di menit-menit akhir pertandingan.

Keputusan ini bukan tanpa alasan, mengingat kondisi fisiknya belum tentu langsung mencapai 100 persen. Spanyol ingin memastikan ia siap sepenuhnya saat memasuki fase gugur.

Belajar dari Dani Olmo: Dampak Besar dalam Waktu Singkat

De la Fuente sendiri menegaskan bahwa pemain tidak harus tampil penuh untuk memberi dampak. Ia mencontohkan pengalaman Dani Olmo dalam turnamen sebelumnya yakni di Euro 2024.

Olmo sempat datang dalam kondisi tidak ideal, namun tetap mampu menjadi penentu di laga babak 16 besar, perempat final, semifinal, hingga akhirnya mengantar Spanyol jadi juara. Hal inilah yang ingin direplikasi dalam kasus Yamal.

Pelatih Spanyol itu menilai kontribusi singkat bisa sangat krusial. Terutama dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti Piala Dunia.

“Dalam sebuah keputusan, kami mempertimbangkan semua skenario. Jika Anda menang, jika Anda kalah, jika lawan hanya memiliki sepuluh pemain... Ada pemain yang dapat memberi Anda 20 menit dan itu juga memiliki nilai yang sangat besar. Olmo datang dalam keadaan cedera, kami hampir mencoretnya, tetapi kemudian ia menjadi penentu di Kejuaraan Eropa,” jelas De la Fuente, dikutip dari Goal.

Strategi Jangka Panjang Spanyol di Piala Dunia 2026

Bagi De la Fuente, turnamen seperti Piala Dunia bukan soal start cepat semata. Ia lebih fokus pada kesiapan tim di fase paling menentukan.

Pendekatan ini membuat Spanyol rela menahan Yamal di awal kompetisi. Mereka ingin sang pemain mencapai puncak performa di fase gugur.

Manajemen kebugaran menjadi kunci utama dalam rencana ini. Terlebih jadwal padat dan tekanan tinggi bisa meningkatkan risiko cedera.

“Ada pemain yang mungkin tidak bisa memberikan 50 atau 60 menit penuh, tetapi mereka bisa memberikan 20 menit yang sangat bagus. Dan itu bisa menjadi pembeda. Ada pemain yang bisa datang tepat pada waktunya dan menjadi penentu di babak gugur. Prioritas kami adalah datang dengan tim terbaik pada saat yang menentukan,” seru De la Fuente.

(Goal)

Arsenal Didesak Cari Playmaker Baru Untuk Gantikan Martin Odegaard, Ini Alasannya

Read Entire Article
Bisnis | Football |