Lamine Yamal Mengukir Sejarah Lewat Penalti Menit 90+6

9 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona nyaris pulang dengan tangan hampa saat menghadapi Newcastle United pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (11/3) dini hari WIB. Duel di St. James’ Park berjalan keras dan Lamine Yamal jadi pahlawan bagi Barcelona.

Tim asuhan Hansi Flick tertinggal hingga menit-menit akhir pertandingan. Newcastle mampu menjaga keunggulan 1-0 dan tampak berada di jalur kemenangan penting.

Namun drama terjadi pada masa injury time. Barcelona mendapat hadiah penalti setelah Dani Olmo dijatuhkan di kotak terlarang.

Lamine Yamal maju sebagai eksekutor pada menit 90+6. Pemain berusia 18 tahun itu dengan tenang menaklukkan kiper lawan dan memaksa laga berakhir imbang 1-1.

Penalti Menit Akhir yang Menunjukkan Mentalitas Besar

Situasi di St. James’ Park sangat menegangkan bagi Barcelona. Mereka tertinggal satu gol hingga memasuki menit-menit terakhir pertandingan.

Dani Olmo kemudian menciptakan momen penting. Aksi individunya memaksa pertahanan Newcastle melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti.

Dalam situasi krusial tersebut, Lamine Yamal mengambil tanggung jawab besar. Ia maju sebagai penendang penalti meski usianya baru 18 tahun.

Yamal tidak membuat kesalahan. Ia menempatkan bola dengan tenang ke sudut bawah gawang dan menyelamatkan Barcelona dari kekalahan.

Gol Yamal Pecahkan Rekor Barcelona di Liga Champions

Gol tersebut bukan hanya penting dari sisi hasil pertandingan. Momen itu juga menciptakan catatan sejarah baru bagi Barcelona di Liga Champions.

Menurut data statistik Opta, gol penalti tersebut menjadi yang paling akhir dicetak Barcelona dalam sejarah Liga Champions.

"At 95:50, Lamine Yamal scored Barcelona's latest penalty goal in the UEFA Champions League," tulis Opta.

Hasil imbang ini membuat Barcelona tetap berada dalam posisi yang cukup baik. Mereka akan memainkan leg kedua di kandang sendiri dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Catatan dari Hansi Flick

Meski demikian, pelatih Barcelona Hansi Flick mengaku tidak sepenuhnya puas dengan performa timnya di Inggris.

“Dengan bola, kami tidak menampilkan performa yang bagus. Kami kehilangan banyak penguasaan bola dan melakukan kesalahan sederhana, dan biasanya itulah yang diinginkan Newcastle," ucap Hansi Flick.

“Kami tidak bermain bagus, tetapi kami memanfaatkan peluang yang kami dapatkan," tegas pelatih asal Jerman itu.

Arne Slot Keluhkan Finishing Liverpool dan Keputusan VAR saat Kalah dari Galatasaray

Read Entire Article
Bisnis | Football |