Legenda Real Madrid Kritik Keputusan Tunjuk Alvaro Arbeloa, Singgung Pentingnya Pengalaman Pelatih

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Masa depan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid mulai diselimuti tanda tanya, meski baru beberapa bulan memegang kendali tim utama di Santiago Bernabeu. Pelatih berusia 41 tahun itu ditunjuk pada Januari lalu, namun kini muncul spekulasi bahwa manajemen klub belum tentu memberinya perpanjangan kontrak.

Situasi ini muncul di tengah performa Los Blancos yang mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Setelah sempat memulai era baru dengan cukup meyakinkan, Real Madrid kini tertinggal empat poin dari rival abadinya, Barcelona, dalam persaingan gelar La Liga.

Arbeloa sebelumnya ditunjuk untuk menggantikan Xabi Alonso, yang meninggalkan kursi pelatih Real Madrid melalui kesepakatan bersama setelah kekalahan di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Namun keputusan tersebut kini menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk mantan bek Real Madrid, Ivan Helguera.

Helguera: Real Madrid Butuh Pelatih Berpengalaman

Menurut Helguera, keputusan mengganti Alonso dengan Arbeloa bukanlah langkah yang tepat. Ia menilai situasi besar seperti di Real Madrid membutuhkan sosok pelatih yang sudah teruji pengalaman di level tertinggi.

“Menurut saya tidak masuk akal memecat Xabi Alonso. Jika Anda memecatnya, maka Anda harus membawa pelatih yang berpengalaman ke ruang ganti,” ujar Helguera.

Ia juga menyoroti minimnya pengalaman Arbeloa sebagai pelatih di kompetisi kasta tertinggi.

“Sejak awal Anda menunjuk pelatih yang belum pernah menangani tim di Divisi Primera. Saya tidak yakin Arbeloa adalah sosok yang tepat untuk situasi seperti ini. Real Madrid tidak bisa melakukan improvisasi di bangku pelatih pada momen yang begitu sensitif,” lanjutnya.

Bandingkan Real Madrid dengan Barcelona

Selain menyoroti soal pelatih, Helguera juga mengkritik kebijakan Real Madrid yang dinilai kurang memaksimalkan akademi pemain muda. Ia bahkan menyebut klub ibu kota Spanyol itu perlu belajar dari Barcelona dalam hal pengembangan talenta muda.

Menurutnya, keberhasilan Barcelona dalam memanfaatkan akademi membuat klub Catalan itu lebih stabil secara filosofi permainan.

“Fakta bahwa Barcelona memiliki akademi yang sangat kuat membuat banyak hal menjadi lebih mudah bagi mereka. Dalam aspek ini, Real Madrid harus banyak belajar,” katanya.

Helguera juga menilai Real Madrid terlalu fokus pada hasil kemenangan semata, sementara Barcelona tetap menjaga identitas permainan mereka.

“Di Barcelona, pelatihlah yang harus beradaptasi dengan filosofi klub. Cara bermain mereka tetap konsisten. Sementara di Real Madrid, satu pelatih datang dengan gaya tertentu lalu pelatih berikutnya membawa pendekatan berbeda,” jelasnya.

Meski demikian, Helguera mengakui Real Madrid tetap memiliki mentalitas juara yang kuat, sesuatu yang menurutnya justru kadang kurang dimiliki Barcelona.

“Satu hal yang mungkin kurang di Barcelona adalah mentalitas pemenang. Itu justru menjadi kekuatan Real Madrid,” pungkasnya.

Klasemen Liga Spanyol 2025/2026

Manchester United Pimpin Perburuan Andrey Santos, Chelsea Siap Lepas?

Read Entire Article
Bisnis | Football |