Lionel Messi Hampir Balik ke Barcelona, Tapi Gagal Gara-gara Satu Sosok Ini

1 hour ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kepulangan Lionel Messi ke Barcelona pada 2023 sempat menjadi mimpi besar bagi para penggemar. Namun pada akhirnya, kisah itu tidak pernah benar-benar terjadi.

Alih-alih kembali ke Camp Nou, Messi justru memilih melanjutkan kariernya di Inter Miami. Keputusan itu diambil setelah kontraknya bersama PSG berakhir pada musim panas tahun tersebut.

Banyak pihak kala itu percaya kegagalan transfer terjadi karena kondisi finansial Barcelona. Klub disebut tidak mampu memenuhi persyaratan La Liga untuk mendaftarkan kembali sang megabintang.

Namun pengakuan terbaru dari mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, justru membuka cerita berbeda. Ia mengklaim ada keputusan internal klub yang membuat rencana kepulangan Messi gagal total.

Messi Disebut Sangat Ingin Pulang ke Barcelona

Menurut Xavi, Lionel Messi sebenarnya sangat tertarik kembali ke Barcelona setelah menjuarai Piala Dunia 2022 bersama Argentina. Sang megabintang bahkan disebut sudah membuka komunikasi serius terkait kemungkinan tersebut.

Xavi mengungkapkan bahwa mereka mulai berbicara intens sejak Januari 2023. Dalam percakapan itu, Messi disebut merasa bahagia dengan kemungkinan kembali ke klub yang membesarkan namanya.

Legenda lini tengah Barcelona itu bahkan telah membayangkan momen emosional jika Messi kembali. Ia ingin menghadirkan penutup cerita yang sempurna bagi karier sang bintang di Camp Nou layaknya Michael Jordan di NBA bersama Chicago Bulls.

"Kita akan melakukan tarian terakhir seperti Jordan," ungkap Xavi pada La Vanguardia, via Goal, saat menceritakan ide yang sempat ia sampaikan kepada Jorge Messi, ayah sekaligus agen Lionel Messi.

Xavi Klaim Laporta Membatalkan Transfer Messi

Xavi kemudian mengungkapkan bahwa proses kepulangan Messi sebenarnya sudah berjalan cukup jauh. Bahkan menurutnya, Barcelona telah memperoleh persetujuan dari La Liga untuk melanjutkan rencana tersebut.

Namun secara mengejutkan, presiden klub Joan Laporta disebut menghentikan semuanya. Keputusan itu membuat rencana transfer yang hampir rampung akhirnya gagal total.

Xavi menilai pembatalan itu bukan karena alasan finansial seperti yang beredar di publik. Ia mengklaim keputusan tersebut datang langsung dari Laporta sendiri.

"Presiden juga tidak mengatakan yang sebenarnya. Leo sudah dikontrak. Pada Januari 2023, setelah memenangkan Piala Dunia, kami saling menghubungi, dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia senang untuk kembali, dan saya melihatnya. Kami berbicara sampai Maret, dan saya mengatakan kepadanya, 'Oke, ketika Anda memberi saya persetujuan, saya akan memberi tahu presiden karena saya melihatnya sebagai langkah yang baik dari perspektif sepak bola.'"

"Lalu apa yang terjadi? Presiden mulai menegosiasikan kontrak dengan ayah Leo, dan kami mendapat persetujuan La Liga, tetapi presidenlah yang membatalkan semuanya. Apakah ia menjelaskan alasannya? Laporta mengatakan kepada saya, dan saya kutip, bahwa jika Leo kembali, ia akan berperang melawannya dan ia tidak bisa membiarkannya. Dan kemudian tiba-tiba Leo berhenti menjawab panggilan saya karena ia telah diberi tahu di ujung lain bahwa transfer itu tidak bisa dilakukan. Dan ketika saya menelepon ayahnya, saya berkata, 'Ini tidak mungkin, Jorge,' dan ia berkata, 'Bicaralah dengan presiden'," ungkapnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |