Lionel Messi Kecewa Berat Finalissima 2026, Harus Kubur Ambisi Pribadi

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kekecewaan berat dilaporkan dirasakan oleh kapten Timnas Argentina, Lionel Messi merespons kabar pembatalan Finalissima 2026. Sebab, sang mega bintang merasa pertandingan itu sebagai panggung sebagai persiapan menuju Piala Dunia 2026 dan kesempatan dirinya untuk meraih trofi tim ke-49 sepanjang karier.

Finalissima adalah ajang hasil ide dan terobosan untuk mempertemukan juara Piala Eropa dengan kampiun Copa America. Pada edisi 2026, pertandingan itu ditetapkan dengan Spanyol selaku juara Euro 2024 melawan juara Copa America 2024, Argentina.

Duel panas Finalissima 2026 rencananya bergulir pada 27 Maret 2026 di Stadion Lusail, Qatar. Stadion ikonik sekaligus venue final Piala Dunia 2022 itu dipilih sebagai tempat netral untuk mempertemukan dua tim tangguh dunia.

Namun, rencana pertarungan Spanyol vs Argentina pada akhirnya urung terwujud. Finalissima 2026 batal direalisasikan setelah banyak pertimbangan. Utamanya terkait masalah situasi geopolitik di Timur Tengah yang sedang memanas.

Lionel Messi Dilaporkan Kecewa

Berdasarkan laporan dari ESPN, pembatalan Finalissima 2026 menimbulkan reaksi tak menyenangkan dari Lionel Messi. Pilar Inter Miami sekaligus kapten Argentina itu disebut kecewa karena pertandingan besar pada tahun ini urung terwujud.

“Kapten Argentina Lionel Messi merasa kecewa setelah pembatalan Finalissima, karena menganggap pertandingan tersebut sebagai kesempatan kompetitif yang vital, demikian dikonfirmasi oleh sebuah sumber kepada ESPN,” tulis laporan ESPN, dipetik Senin (16/3).

“Kapten Inter Miami itu ingin menghadapi pertandingan tersebut dengan ambisius sebagai final serius menjelang Piala Dunia dan tidak terlibat dalam diskusi yang menyebabkan pembatalan tersebut, menurut sumber tersebut,” tambah berita tersebut.

Kans Messi Raih Gelar Tim ke-49 Tertutup

Masih dalam laporan yang sama, salah satu hal yang membuat Messi sangat kecewa adalah karena dirinya tidak bisa menambah pundi-pundi gelar tim. Pemain yang dijuluki La Pulga itu sebenarnya berpeluang meraih trofi tim ke-49 andai memenangkan Finalissima 2026.

“Sumber tersebut mengatakan bahwa kapten Argentina itu menganggap pertandingan tersebut sebagai kesempatan untuk meraih gelar tim ke-49 dalam kariernya,” tulis ESPN.

“Messi adalah pemain dengan trofi terbanyak dalam sejarah sepak bola, meraih trofi terbarunya bersama Inter Miami di Piala MLS pada bulan Desember,” imbuh laporan yang sama.

Kronologi Finalissima 2026 Dibatalkan

Pembatalan Finalissima 2026 diputuskan setelah diskusi yang dilakukan oleh Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dengan otoritas penyelenggara di Qatar. UEFA sebenarnya sudah coba menjajaki alternatif lain agar pertandingan itu tetap bisa digelar dengan tanggal berbeda, yakni 31 Maret. Namun, upaya gagal karena usulan dan opsi dari UEFA tidak diterima oleh oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). 

Di sisi lain, Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa tempat dan tanggal lain telah dipertimbangkan, tetapi UEFA menolak opsi tersebut. Siaran pers tersebut menyatakan bahwa AFA sebenarnya menerima ide tersebut tanpa keberatan, kecuali untuk tanggalnya. Hingga akhirnya diputuskan Finalissima 2026 batal digelar.

Real Madrid Dapat Kabar Bagus Jelang Tandang ke Markas Man City di Liga Champions

Read Entire Article
Bisnis | Football |